Dana Habis, Persitara Jakarta Utara Mulai Ragu
Editor Bolanet | 13 April 2012 08:07
- Keraguan menyelesaikan kompetisi Divisi Utama musim 2011/2012 versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) tengah membayangi langkah manajemen Persitara Jakarta Utara.
Pasalnya, dana operasional Laskar si Pitung- julukan Persitara- untuk menyelesaikan kompetisi, sudah habis.
Padahal, kompetisi kasta kedua gelaran PT LPIS tersebut baru memasuki setengah musim. Laskar si Pitung masih menyisakan 7 laga, dan belum termasuk laga di Piala Indonesia.
Kami mulai kelimpungan soal pendanaan, ungkap General Manajer Persitara, Sutrisno kepada Bola.net.
Bahkan, menurut , kas Persitara sudah kosong sebelum putaran pertama usai. Karena tak ingin skuad timnya mogok, kata pria yang akrab disapa Cak Tries itu, manajemen berusaha mencarikan dana talangan.
Yang penting, tim ini bisa menyelesaikan putaran pertama, katanya seraya mengungkapkan dana talangan itu sudah habis digunakan.
Itu pun harus kami tutupi dengan dana pribadi, tambahnya.
Tak ayal, manajemen Laskar si Pitung kembali kelimpungan ketika harus menyiapkan skuad timnya untuk menatap putaran kedua. Sebab, di putaran kedua Persitara ingin berbenah dengan mendatangkan pemain baru. Dengan begitu, manajemen harus memiliki dana tunai yang tebal.
Kami membuang 9 pemain dan mengontrak enam pemain baru di putaran kedua ini. Ya, kami butuh dana untuk mengikat kontrak enam pemain baru itu, tutur pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur tersebut.
Meski dana untuk kontrak dari enam pemain anyarnya tidak begitu besar karena semuanya pemain lokal, namun manajemen Laskar si Pitung tetap saja kelimpungan.
Masalahnya saat itu, kami benar-benar sudah kehabisan dana. Makanya, biar hanya puluhan juta saja kami harus kerja keras, aku Cak Tries.
Setelah usahanya mendapat subsidi dari para donatur dan simpatisan Persitara tak menuai hasil, Cak Tries mengaku sempat pasrah. Namun, pihak konsorsium meminta agar manajemen tim ibu kota mencari dana talangan lagi.
Mencari dana talangan pun susah, ujarnya.
Tanpa menyebutkan dari mana dana talangan yang didapat, pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengatakan, persiapan Persitara menghadapi putaran kedua berjalan mulus.
Sejauh ini masih aman. Tapi enggak tahu untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya, akunya.
Kalo dana talangan yang ada sudah habis, Cak Tries pesimis Persitara dana dana talangan lagi. Karenanya, dia berharap konsorsium kompetisi mencairkan kucuran dana buat dkk.
Konsorsium harus konsisten mengganti dana talangan itu, dan memberi subsidi, pungkasnya. (esa/dzi)
Pasalnya, dana operasional Laskar si Pitung- julukan Persitara- untuk menyelesaikan kompetisi, sudah habis.
Padahal, kompetisi kasta kedua gelaran PT LPIS tersebut baru memasuki setengah musim. Laskar si Pitung masih menyisakan 7 laga, dan belum termasuk laga di Piala Indonesia.
Kami mulai kelimpungan soal pendanaan, ungkap General Manajer Persitara, Sutrisno kepada Bola.net.
Bahkan, menurut , kas Persitara sudah kosong sebelum putaran pertama usai. Karena tak ingin skuad timnya mogok, kata pria yang akrab disapa Cak Tries itu, manajemen berusaha mencarikan dana talangan.
Yang penting, tim ini bisa menyelesaikan putaran pertama, katanya seraya mengungkapkan dana talangan itu sudah habis digunakan.
Itu pun harus kami tutupi dengan dana pribadi, tambahnya.
Tak ayal, manajemen Laskar si Pitung kembali kelimpungan ketika harus menyiapkan skuad timnya untuk menatap putaran kedua. Sebab, di putaran kedua Persitara ingin berbenah dengan mendatangkan pemain baru. Dengan begitu, manajemen harus memiliki dana tunai yang tebal.
Kami membuang 9 pemain dan mengontrak enam pemain baru di putaran kedua ini. Ya, kami butuh dana untuk mengikat kontrak enam pemain baru itu, tutur pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur tersebut.
Meski dana untuk kontrak dari enam pemain anyarnya tidak begitu besar karena semuanya pemain lokal, namun manajemen Laskar si Pitung tetap saja kelimpungan.
Masalahnya saat itu, kami benar-benar sudah kehabisan dana. Makanya, biar hanya puluhan juta saja kami harus kerja keras, aku Cak Tries.
Setelah usahanya mendapat subsidi dari para donatur dan simpatisan Persitara tak menuai hasil, Cak Tries mengaku sempat pasrah. Namun, pihak konsorsium meminta agar manajemen tim ibu kota mencari dana talangan lagi.
Mencari dana talangan pun susah, ujarnya.
Tanpa menyebutkan dari mana dana talangan yang didapat, pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengatakan, persiapan Persitara menghadapi putaran kedua berjalan mulus.
Sejauh ini masih aman. Tapi enggak tahu untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya, akunya.
Kalo dana talangan yang ada sudah habis, Cak Tries pesimis Persitara dana dana talangan lagi. Karenanya, dia berharap konsorsium kompetisi mencairkan kucuran dana buat dkk.
Konsorsium harus konsisten mengganti dana talangan itu, dan memberi subsidi, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sassuolo 2-0 AC Milan: Armand Lauriente
Liga Italia 3 Mei 2026, 22:24
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 3 Mei 2026, 21:17
-
RESMI: Semen Padang Degradasi dari BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 3 Mei 2026, 21:05
-
Nonton Live Streaming Liga Italia: Juventus vs Verona
Liga Italia 3 Mei 2026, 20:56
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persija 4 Mei 2026
Bola Indonesia 3 Mei 2026, 20:38
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Bhayangkara FC 4 Mei 2026
Bola Indonesia 3 Mei 2026, 20:18
-
Link Live Streaming Premier League: MU vs Liverpool
Liga Inggris 3 Mei 2026, 20:15
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSIM 4 Mei 2026
Bola Indonesia 3 Mei 2026, 19:52
-
Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
Otomotif 3 Mei 2026, 19:44
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20






