Diminta Ingat Sejarah, BOPI Tak Berwenang Campuri Sepakbola
Editor Bolanet | 19 Februari 2015 20:55
- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) diingatkan untuk fokus pada tugas dan fungsinya. Hal tersebut, disampaikan pengamat olahraga sekaligus komentator tinju dunia, Mahfudin Nigara.
Dikatakannya, BOPI sama sekali tidak perlu memasuki wilayah sepak bola. Sebab dilanjutkan Nigara, banyak persoalan di tinju profesional yang harusnya dibenahi BOPI.
BOPI tidak boleh lupa dengan sejarah. Dibentuknya BOPI, karena di tinju profesional tidak ada badan yang menaungi sebagai pembina, pemberi rasa selamat hingga pengawas supaya mengurangi kecelakaan pada si petinju. BOPI berdiri pada tahun 80-an, karena banyak kematian yang dialami petinju, terang Nigara yang juga sebagai Anggota Komisi Banding Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Sampai tahun 2009, BOPI tidak bersentuhan dengan sepak bola. Namun, mulai masuk tahun 2010 saat Menpora Andi Mallarangeng berkuasa dan membentuk KSN (Kongres Sepak Bola Nasional) supaya bisa menguasai PSSI. BOPI digunakan Andi untuk itu. Jadi sebenarnya, BOPI sama sekali tidak ada kaitan ataupun wewenangnya dengan sepak bola, sambungnya.
Apa yang dilakukan BOPI di bawah pimpinan Noor Aman saat ini, dianggap Nigara sangat berlebihan dan melanggar aturan. BOPI memberikan masukan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) supaya tidak mengeluarkan rekomendasi bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015.
Seharusnya, BOPI dan Kemenpora bersyukur dengan adanya kompetisi profesional. Sebab, ini tempat bekerja bagi banyak orang, yang tidak bisa diakomodir pemerintah dalam dunia pekerjaan umum. Dengan adanya kompetisi ini, banyak orang bisa bekerja dan kegiatan ekonomi bergerak di semua lini. Jangan lupa juga, sepak bola merupakan penggerak kemerdekaan di Indonesia, tuturnya (esa/dzi)
Dikatakannya, BOPI sama sekali tidak perlu memasuki wilayah sepak bola. Sebab dilanjutkan Nigara, banyak persoalan di tinju profesional yang harusnya dibenahi BOPI.
BOPI tidak boleh lupa dengan sejarah. Dibentuknya BOPI, karena di tinju profesional tidak ada badan yang menaungi sebagai pembina, pemberi rasa selamat hingga pengawas supaya mengurangi kecelakaan pada si petinju. BOPI berdiri pada tahun 80-an, karena banyak kematian yang dialami petinju, terang Nigara yang juga sebagai Anggota Komisi Banding Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Sampai tahun 2009, BOPI tidak bersentuhan dengan sepak bola. Namun, mulai masuk tahun 2010 saat Menpora Andi Mallarangeng berkuasa dan membentuk KSN (Kongres Sepak Bola Nasional) supaya bisa menguasai PSSI. BOPI digunakan Andi untuk itu. Jadi sebenarnya, BOPI sama sekali tidak ada kaitan ataupun wewenangnya dengan sepak bola, sambungnya.
Apa yang dilakukan BOPI di bawah pimpinan Noor Aman saat ini, dianggap Nigara sangat berlebihan dan melanggar aturan. BOPI memberikan masukan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) supaya tidak mengeluarkan rekomendasi bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015.
Seharusnya, BOPI dan Kemenpora bersyukur dengan adanya kompetisi profesional. Sebab, ini tempat bekerja bagi banyak orang, yang tidak bisa diakomodir pemerintah dalam dunia pekerjaan umum. Dengan adanya kompetisi ini, banyak orang bisa bekerja dan kegiatan ekonomi bergerak di semua lini. Jangan lupa juga, sepak bola merupakan penggerak kemerdekaan di Indonesia, tuturnya (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Minimalisir Persebaran Virus Corona, Ini Imbauan BOPI
Olahraga Lain-Lain 18 Maret 2020, 02:30
-
BOPI dan PT LIB Evaluasi Liga 1: Hukuman Pengurangan Poin Diwacanakan
Bola Indonesia 6 September 2019, 22:16
-
PT LIB Anggap Panggilan BOPI sebagai Keharmonisan Hubungan
Bola Indonesia 1 Agustus 2019, 01:34
-
Diwarnai Banyak Kisruh, BOPI Belum akan Cabut Rekomendasi Liga 1
Bola Indonesia 31 Juli 2019, 20:09
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



