Diskusi Sport Science, KONI Jatim Undang Indra Sjafri dan dr Alfan
Editor Bolanet | 21 Desember 2013 19:52
- Demi penerapan sport science dan IPTEK dalam persiapan atlet-atletnya, KONI Jatim bersama menggelar sebuah diskusi, Sabtu (21/12) di Hotel Sahid Surabaya. Dalam acara ini mereka mengundang pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri dan dr Alfan Nur Asyhar sebagai pembicara.
Bukan hanya penerapan sport science, dalam diskusi tersebut dr Alfan memaparkan bahwa Indonesia setidaknya harus memiliki rumah sakit khusus olahraga. Saya punya pengalaman ketika mengikuti seminar tentang kesehatan di AFC. Yang selalu ditanya tentang rumah sakit olahraga hanya Australia dan Thailand. Sebab hanya dua negara ini yang punya, katanya.
Dokter Timnas U-19 itu tampil terlebih dahulu karena berangkat dari Malang. Sementara Indra Sjafri datang sedikit terlambat karena kendala pesawat.
Indra sendiri mengakui kalau sport science memang diterapkan di timnya saat menjuarai Piala AFF U-19 lalu. Tapi data-data dari sport science tersebut tetap kita padukan dengan yang aspek-aspek lain. Teknik, HPU, dan lainnya, tuturnya.
Tak hanya dua pioner kesuksesan Timnas U-19 itu, acara diskusi yang digagas Komunitas Wartawan Pokja KONI Jatim ini juga mengundang beberapa narasumber yang memang berkompeten di bidangnya. Seperti Prof. Toho Cholik Mutohir dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Sementara Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriagung berharap agar tiap Cabor Jatim benar-benar mengambil hikmah dari diskusi ini. Selama ini kita sealu bahas hal ini. Tapi tidak pernah kita mulai pembinaan dengan berbasis IPTEK dan sport science, tambahnya. (fjr/pra)
Bukan hanya penerapan sport science, dalam diskusi tersebut dr Alfan memaparkan bahwa Indonesia setidaknya harus memiliki rumah sakit khusus olahraga. Saya punya pengalaman ketika mengikuti seminar tentang kesehatan di AFC. Yang selalu ditanya tentang rumah sakit olahraga hanya Australia dan Thailand. Sebab hanya dua negara ini yang punya, katanya.
Dokter Timnas U-19 itu tampil terlebih dahulu karena berangkat dari Malang. Sementara Indra Sjafri datang sedikit terlambat karena kendala pesawat.
Indra sendiri mengakui kalau sport science memang diterapkan di timnya saat menjuarai Piala AFF U-19 lalu. Tapi data-data dari sport science tersebut tetap kita padukan dengan yang aspek-aspek lain. Teknik, HPU, dan lainnya, tuturnya.
Tak hanya dua pioner kesuksesan Timnas U-19 itu, acara diskusi yang digagas Komunitas Wartawan Pokja KONI Jatim ini juga mengundang beberapa narasumber yang memang berkompeten di bidangnya. Seperti Prof. Toho Cholik Mutohir dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Sementara Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriagung berharap agar tiap Cabor Jatim benar-benar mengambil hikmah dari diskusi ini. Selama ini kita sealu bahas hal ini. Tapi tidak pernah kita mulai pembinaan dengan berbasis IPTEK dan sport science, tambahnya. (fjr/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Indra Sjafri Minta Maaf Usai Timnas Indonesia U-22 Angkat Koper dari SEA Games 2025
Tim Nasional 12 Desember 2025, 23:09
-
Bedah Statistik Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025: 3 Gol dari 36 Shots
Tim Nasional 12 Desember 2025, 22:08
LATEST UPDATE
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41













