Djohar Arifin: PSSI Sesalkan Tragedi Salomon Begondo
Editor Bolanet | 3 Desember 2013 18:45
- Kematian Salomon Begondo, kala menanti gajinya terbayarkan, mendapat perhatian khusus Djohar Arifin Husin. Ketua Umum PSSI ini menegaskan komitmennya mencegah hal semacam ini terulang kembali.
Tragedi semacam ini sangatlah tidak kita inginkan. Kita menyesalkan hal ini terjadi. Ini merupakan hal yang sangat tidak baik bagi sepakbola Indonesia, ujar Djohar, pada .
PSSI akan menekan klub-klub yang belum melunasi pembayaran gaji pemain mereka agar segera melunasi. Apabila mereka tidak bisa, mereka tidak akan kita perkenankan ikut kompetisi. Kalau memang mereka tak mampu, tak usah memaksa ikut kompetisi. Jika ini yang dilakukan, akan ada pihak-pihak -seperti pemain- yang menjadi korban, sambungnya.
Sebelumnya, kisah nestapa kembali menimpa pemain asing di Indonesia. Kali ini, petaka menimpa Salomon Begondo, yang harus meregang nyawa jauh dari tanah kelahirannya, akibat gaji yang tak dibayar. Salomon menghembuskan nafas terakhir, Jumat (29/11) sore. Pesepakbola asal Kamerun ini dikabarkan sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Musim lalu, Salomon memperkuat Persipro Probolinggo. Sayang, di klub tersebut, gajinya tertunggak dan membuat hidupnya terkatung-katung. Demi menyambung hidupnya, Salomon sempat rela menjadi pemain panggilan di pertandingan antar kampung (Tarkam). Bersama rekannya, dua pemain asing Persipro lainnya -Camara Abdoulaye Sekou dan Syilla Mbamba- Salomon sempat mengemis di lampu merah. Selain mengadu ke PSSI, mereka juga sempat mengadu langsung ke rumah dinas Walikota Probolinggo. Sayang, upaya-upaya mereka itu tak membuahkan hasil. (den/dzi)
Tragedi semacam ini sangatlah tidak kita inginkan. Kita menyesalkan hal ini terjadi. Ini merupakan hal yang sangat tidak baik bagi sepakbola Indonesia, ujar Djohar, pada .
PSSI akan menekan klub-klub yang belum melunasi pembayaran gaji pemain mereka agar segera melunasi. Apabila mereka tidak bisa, mereka tidak akan kita perkenankan ikut kompetisi. Kalau memang mereka tak mampu, tak usah memaksa ikut kompetisi. Jika ini yang dilakukan, akan ada pihak-pihak -seperti pemain- yang menjadi korban, sambungnya.
Sebelumnya, kisah nestapa kembali menimpa pemain asing di Indonesia. Kali ini, petaka menimpa Salomon Begondo, yang harus meregang nyawa jauh dari tanah kelahirannya, akibat gaji yang tak dibayar. Salomon menghembuskan nafas terakhir, Jumat (29/11) sore. Pesepakbola asal Kamerun ini dikabarkan sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Musim lalu, Salomon memperkuat Persipro Probolinggo. Sayang, di klub tersebut, gajinya tertunggak dan membuat hidupnya terkatung-katung. Demi menyambung hidupnya, Salomon sempat rela menjadi pemain panggilan di pertandingan antar kampung (Tarkam). Bersama rekannya, dua pemain asing Persipro lainnya -Camara Abdoulaye Sekou dan Syilla Mbamba- Salomon sempat mengemis di lampu merah. Selain mengadu ke PSSI, mereka juga sempat mengadu langsung ke rumah dinas Walikota Probolinggo. Sayang, upaya-upaya mereka itu tak membuahkan hasil. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Oliver Glasner Siapkan Presentasi Khusus demi Kursi Pelatih AC Milan
Liga Italia 1 Juni 2026, 14:45
-
Alisson Gagal, Juventus Kejar Mantan Kiper Manchester United Ini
Liga Italia 1 Juni 2026, 13:30
-
Mantan Bos MU Tertarik Tangani AC Milan, Segera Beri Kepastian!
Liga Italia 1 Juni 2026, 12:46
-
Link Live Streaming Vietnam vs Timor Leste di Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 1 Juni 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04















