Djohar Cueki BAORI, Kubu La Nyalla Berang
Editor Bolanet | 17 Agustus 2012 00:06
- Pernyataan ketua PSSI Djohar Arifin, yang menganggap angin lalu keputusan BAORI (Badan Arbitrase Olahraga Indonesia) terhadap sengketa dualisme tim sepakbola PON Jabar, membuat kubu PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti berang. Djohar pun dinilai sudah melecehkan KONI dan BAORI.
Dualisme organisasi sepak bola Indonesia juga menyerempet ke tim PON Jabar. BAORI pun ikut turun tangan. Badan pengadil itu akhirnya memutuskan bahwa yang berhak berangkat ke PON Riau nanti mewakili KONI Jabar adalah tim yang disiapkan oleh Pengprov PSSI yang diketuai Tonny Aprilani, yakni Pengprov PSSI Jabar di bawah PSSI versi KLB (Kongres Luar Biasa) Ancol.
Namun, keputusan BAORI itu dicueki Djohar. Mereka tetap akan memberangkatkan tim Pengprov PSSI Jabar yang diketuai Bambang Sukowiyono. PSSI sudah menulis surat ke KONI bahwa BAORI tidak sesuai Statuta FIFA dan Statuta PSSI. Anggap saja angin lalu keputusan itu, tegas Djohar, Kamis (16/8).
Nah, pernyataan itu mendapat tantangan keras dari Tonny Apriliani. Menurut exco yang ikut dipecat oleh Djohar itu, pernyataan Ketua PSSI sudah melecehkan KONI. Djohar membuat tim sepakbola PON dadakan, dan memaksa KONI Jabar untuk meng-entry nama-namanya sebagai skuad PON Jabar. Ini selain tidak benar, juga merugikan prestasi Jabar, ujarnya.
Selain itu, Tony menilai kalau kasus tim PON bukanlah domain PSSI lagi, melainkan domain KONI. PON itu sejatinya perebutan supremasi antar KONI Daerah. Itu yang tidak dipahami oleh Djohar. Sehingga pernyataannya justru melecehkan KONI, tambahnya menegaskan.
Senada dengan Tony, Ketua PSSI versi KLB, La Nyalla menganggap hal ini sudah bukan ranah PSSI lagi. Kita respek dan hormat terhadap keputusan BAORI. PSSI adalah juga anggota KONI. Siapa yang bisa mengabaikan fakta ini. Tanpa KONI, PSSI bisa tanpa kedaulatan sama sekali, ujarnya saat dikonfirmasi .
Ia juga mengatakan bahwa sengketa pengprov Jabar saat ini, yang membawanya ke KONI/BAORI, adalah bentuk ketidaktaatan sempurna dari anggota PSSI kepada pengurusnya. Ya, mereka sudah tidak ada yang percaya lagi dengan Djohar, tambah La Nyalla. (fjr/gia)
Dualisme organisasi sepak bola Indonesia juga menyerempet ke tim PON Jabar. BAORI pun ikut turun tangan. Badan pengadil itu akhirnya memutuskan bahwa yang berhak berangkat ke PON Riau nanti mewakili KONI Jabar adalah tim yang disiapkan oleh Pengprov PSSI yang diketuai Tonny Aprilani, yakni Pengprov PSSI Jabar di bawah PSSI versi KLB (Kongres Luar Biasa) Ancol.
Namun, keputusan BAORI itu dicueki Djohar. Mereka tetap akan memberangkatkan tim Pengprov PSSI Jabar yang diketuai Bambang Sukowiyono. PSSI sudah menulis surat ke KONI bahwa BAORI tidak sesuai Statuta FIFA dan Statuta PSSI. Anggap saja angin lalu keputusan itu, tegas Djohar, Kamis (16/8).
Nah, pernyataan itu mendapat tantangan keras dari Tonny Apriliani. Menurut exco yang ikut dipecat oleh Djohar itu, pernyataan Ketua PSSI sudah melecehkan KONI. Djohar membuat tim sepakbola PON dadakan, dan memaksa KONI Jabar untuk meng-entry nama-namanya sebagai skuad PON Jabar. Ini selain tidak benar, juga merugikan prestasi Jabar, ujarnya.
Selain itu, Tony menilai kalau kasus tim PON bukanlah domain PSSI lagi, melainkan domain KONI. PON itu sejatinya perebutan supremasi antar KONI Daerah. Itu yang tidak dipahami oleh Djohar. Sehingga pernyataannya justru melecehkan KONI, tambahnya menegaskan.
Senada dengan Tony, Ketua PSSI versi KLB, La Nyalla menganggap hal ini sudah bukan ranah PSSI lagi. Kita respek dan hormat terhadap keputusan BAORI. PSSI adalah juga anggota KONI. Siapa yang bisa mengabaikan fakta ini. Tanpa KONI, PSSI bisa tanpa kedaulatan sama sekali, ujarnya saat dikonfirmasi .
Ia juga mengatakan bahwa sengketa pengprov Jabar saat ini, yang membawanya ke KONI/BAORI, adalah bentuk ketidaktaatan sempurna dari anggota PSSI kepada pengurusnya. Ya, mereka sudah tidak ada yang percaya lagi dengan Djohar, tambah La Nyalla. (fjr/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







