Djohar: Timnas Bukan Kewenangan Joint Committee
Editor Bolanet | 23 Juli 2012 18:21
- Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin kembali mengingatkan semua pihak untuk tetap menghormati proses kerja Joint Committee (JC).
''Oknum yang ingin mengacaukan kerja JC untuk mencari kepentingan pribadi bisa dianggap sebagai musuh persepakbolaan Indonesia,'' jelas Djohar kepada .
Dalam lima butir utama MoU antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di Kuala Lumpur, 7 Juni 2012, dilanjutkan Djohar, tidak satu kalimat pun yang menyinggung soal pembentukan Timnas Indonesia. Apalagi, memberi kewenangan kepada Joint Committee untuk membicarakan masalah terkait dengan Timnas.
Saya tetap memegang prinsip, membangun sepakbola untuk kepentingan nasional. Kepentingan Indonesia. Bukan untuk kepentingan pribadi,'' jelas Djohar.
Sehingga, menurut Djohar Arifin, segala sesuatu yang bersifat untuk kepentingan pribadi, harus dibuang jauh-jauh dari upaya menata kembali prestasi Timnas Indonesia.
Kepentingan pribadi, harus dibuang jauh-jauh. Masyarakat sepakbola Indonesia sudah tahu, ada oknum yang terus memperkeruh situasi, untuk keuntungan pribadi di luar sana, tukasnya.
Jika ada oknum yang mengatakan bahwa Joint Committee akan membicarakan Timnas, dipastikan oknum tersebut memiliki level intelegensia rendah.
Atau memang oknum tersebut berniat jahat ingin terus merusak persepakbolaan Indonesia. Dia terus membuat kekacauan di sana-sini, sambil mencari keuntungan pribadi dengan cara murahan, tutupnya.[initial]
TIMNAS - La Nyalla Kecam Pembentukan Timnas Oleh PSSI (esa/end)
''Oknum yang ingin mengacaukan kerja JC untuk mencari kepentingan pribadi bisa dianggap sebagai musuh persepakbolaan Indonesia,'' jelas Djohar kepada .
Dalam lima butir utama MoU antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di Kuala Lumpur, 7 Juni 2012, dilanjutkan Djohar, tidak satu kalimat pun yang menyinggung soal pembentukan Timnas Indonesia. Apalagi, memberi kewenangan kepada Joint Committee untuk membicarakan masalah terkait dengan Timnas.
Saya tetap memegang prinsip, membangun sepakbola untuk kepentingan nasional. Kepentingan Indonesia. Bukan untuk kepentingan pribadi,'' jelas Djohar.
Sehingga, menurut Djohar Arifin, segala sesuatu yang bersifat untuk kepentingan pribadi, harus dibuang jauh-jauh dari upaya menata kembali prestasi Timnas Indonesia.
Kepentingan pribadi, harus dibuang jauh-jauh. Masyarakat sepakbola Indonesia sudah tahu, ada oknum yang terus memperkeruh situasi, untuk keuntungan pribadi di luar sana, tukasnya.
Jika ada oknum yang mengatakan bahwa Joint Committee akan membicarakan Timnas, dipastikan oknum tersebut memiliki level intelegensia rendah.
Atau memang oknum tersebut berniat jahat ingin terus merusak persepakbolaan Indonesia. Dia terus membuat kekacauan di sana-sini, sambil mencari keuntungan pribadi dengan cara murahan, tutupnya.[initial]
TIMNAS - La Nyalla Kecam Pembentukan Timnas Oleh PSSI (esa/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
-
Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 9 Juni 2026, 14:41
-
Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
Piala Dunia 9 Juni 2026, 14:02
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
















