Eks Timnas Desak Tim Transisi Tak Halangi Gelaran Pra-PON
Editor Bolanet | 3 Oktober 2015 04:40
- Mantan pemain dan juga pengamat sepakbola nasional, Imran Nahumarury, menilai kebijakan Tim Transisi yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) semakin membingungkan. Bahkan, membuat gaduh dengan mengancam akan menghambat pelaksanaan Pra PON yang mulai berlangsung akhir pekan ini.
Sebelumnya, Tim Transisi menginginkan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI melaporkan dan melakukan komunikasi dalam hal pelaksanaan Pra PON. Yakni, ditegaskan dalam surat bernomor 175/TT-KEMENPORA/IX/2015 kepada seluruh Asprov supaya tunduk di bawah Tim Transisi. Jika dilanggar, maka mereka akan mengambil tindakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sudah jelas, pelaksanaan Pra PON itu yang melaksanakan PSSI. Hal ini berdasarkan surat KONI kepada PSSI beberapa waktu lalu. Jadwal dan tempat pelaksanaan Pra PON juga sudah dibuat PSSI. Namun Tim Transisi sewenang-wenang menyuruh Asprov agar melaporkan dan melakukan komunikasi kepada mereka dahulu, kata Imran.
Kalaupun Tim Transisi akan menghambat pelaksanaan Pra PON saya kira itu sangat tidak baik dan yang pasti bakal menganggu persiapan tim-tim yang akan bermain. Saat ini harusnya Tim Transisi sadar dan tidak perlu membuat kegaduhan yang tidak penting seperti ini. Karena, pelaksanaan Pra PON tinggal hitungan hari lagi, tambah mantan pemain tim nasional Indonesia tersebut.
Lebih jauh diutarakannya, sangat berharap Pra PON berjalan lancar tanpa adanya hambatan atau kendala. Kasihan para Asprov yang sudah menyiapkan tim sejak lama. Karena itu, jangan sampai dihambat oleh Tim Transisi, tutup Imran.
Penyelenggaraan babak kualifikasi PON rencananya akan berlangsung Oktober hingga November 2015. PSSI membagi Pra PON ke dalam enam zona, yakni, Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua. [initial]
(esa/pra)
Sebelumnya, Tim Transisi menginginkan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI melaporkan dan melakukan komunikasi dalam hal pelaksanaan Pra PON. Yakni, ditegaskan dalam surat bernomor 175/TT-KEMENPORA/IX/2015 kepada seluruh Asprov supaya tunduk di bawah Tim Transisi. Jika dilanggar, maka mereka akan mengambil tindakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sudah jelas, pelaksanaan Pra PON itu yang melaksanakan PSSI. Hal ini berdasarkan surat KONI kepada PSSI beberapa waktu lalu. Jadwal dan tempat pelaksanaan Pra PON juga sudah dibuat PSSI. Namun Tim Transisi sewenang-wenang menyuruh Asprov agar melaporkan dan melakukan komunikasi kepada mereka dahulu, kata Imran.
Kalaupun Tim Transisi akan menghambat pelaksanaan Pra PON saya kira itu sangat tidak baik dan yang pasti bakal menganggu persiapan tim-tim yang akan bermain. Saat ini harusnya Tim Transisi sadar dan tidak perlu membuat kegaduhan yang tidak penting seperti ini. Karena, pelaksanaan Pra PON tinggal hitungan hari lagi, tambah mantan pemain tim nasional Indonesia tersebut.
Lebih jauh diutarakannya, sangat berharap Pra PON berjalan lancar tanpa adanya hambatan atau kendala. Kasihan para Asprov yang sudah menyiapkan tim sejak lama. Karena itu, jangan sampai dihambat oleh Tim Transisi, tutup Imran.
Penyelenggaraan babak kualifikasi PON rencananya akan berlangsung Oktober hingga November 2015. PSSI membagi Pra PON ke dalam enam zona, yakni, Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















