Gaji Ditunggak, Pelatih Perseman Terlunta-lunta
Editor Bolanet | 5 Januari 2015 16:46
- Tahun sudah berganti, kabar nestapa tetap datang dari sepakbola Indonesia. Pelatih Perseman Manokwari musim lalu, Wanderley Junior mengaku gajinya dan para penggawa tim berjuluk Hino Cofu itu ditunggak manajemen.
Saya sekarang masih tertahan di Manokwari. Saya menunggu pembayaran gaji agar bisa pulang dan bertemu keluarga, ujar Wanderley, pada .
Saya masih memiliki pembayaran empat bulan gaji yang tertunggak. Selain itu, ada juga tanggungan visa, sambung pelatih asal Brasil ini.
Wanderley mengaku karut-marut keuangan timnya bermula sejak awal paruh kedua musim kompetisi lalu. Manajemen, yang membawanya ke klub tersebut, lepas tangan atas nasib Perseman. Padahal, sampai paruh pertama kompetisi, Lukas Latuperissa dan kawan-kawan tampil luar biasa. Bahkan, mereka menjadi kandidat kuat lolos ke ISL.
Meski demikian, kami tetap bermain membela nama Perseman. Kalau tidak main, klub ini bisa didegradasi. Dengan hanya 13 orang pemain tersisa, kami berjuang sebisa mungkin dan berhasil. Kita bisa selamat, tuturnya.
Namun, meski mampu selamat dengan skuat compang-camping, perjuangan Wanderley dan anak asuhnya tak mendapat apresiasi manajemen. Gaji -yang merupakan hak mereka- tetap tak kunjung dibayarkan sampai saat ini.
Memang sempat ada bantuan dari salah seorang pejabat Manokwari. Namun, menurut Wanderley, kini bantuan tersebut tak lagi memadai.
Saat ini, kami dalam situasi sulit, terlebih lagi saya sebagai orang asing, tandasnya. (den/pra)
Saya sekarang masih tertahan di Manokwari. Saya menunggu pembayaran gaji agar bisa pulang dan bertemu keluarga, ujar Wanderley, pada .
Saya masih memiliki pembayaran empat bulan gaji yang tertunggak. Selain itu, ada juga tanggungan visa, sambung pelatih asal Brasil ini.
Wanderley mengaku karut-marut keuangan timnya bermula sejak awal paruh kedua musim kompetisi lalu. Manajemen, yang membawanya ke klub tersebut, lepas tangan atas nasib Perseman. Padahal, sampai paruh pertama kompetisi, Lukas Latuperissa dan kawan-kawan tampil luar biasa. Bahkan, mereka menjadi kandidat kuat lolos ke ISL.
Meski demikian, kami tetap bermain membela nama Perseman. Kalau tidak main, klub ini bisa didegradasi. Dengan hanya 13 orang pemain tersisa, kami berjuang sebisa mungkin dan berhasil. Kita bisa selamat, tuturnya.
Namun, meski mampu selamat dengan skuat compang-camping, perjuangan Wanderley dan anak asuhnya tak mendapat apresiasi manajemen. Gaji -yang merupakan hak mereka- tetap tak kunjung dibayarkan sampai saat ini.
Memang sempat ada bantuan dari salah seorang pejabat Manokwari. Namun, menurut Wanderley, kini bantuan tersebut tak lagi memadai.
Saat ini, kami dalam situasi sulit, terlebih lagi saya sebagai orang asing, tandasnya. (den/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arema Timpang, Perseru Serui Tak Mau Lengah
Bola Indonesia 9 November 2018, 22:28
-
Perseru Serui Antisipasi Laga Sengit Kontra Arema FC
Bola Indonesia 9 November 2018, 21:26 -
Wanderley Bersyukur Persembahkan Tiga Poin Pertama untuk Perseru
Bola Indonesia 13 Oktober 2018, 19:42 -
Tekad Perseru Meninggalkan Dasar Klasemen
Bola Indonesia 13 Oktober 2018, 00:22
-
Pelatih Perseru Serui Senang Liga 1 Kembali Bergulir
Bola Indonesia 3 Oktober 2018, 17:12
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









