Gelandang PSIS Tidak Sepakat dengan Penghapusan Degradasi
Ari Prayoga | 11 Mei 2021 03:10
Bola.net - Gelandang PSIS Semarang, Fandi Eko Utomo kurang setuju dengan wacana Liga 1 tanpa degradasi. Meskipun dia menyadari pasti ada plus minus di balik rencana tersebut.
Menurut Fandi Eko, Liga 1 tanpa degradasi membuat kompetisi kurang greget. Sehingga, ada kekhawatiran pertandingan berlangsung tidak serius.
Wacana kompetisi tanpa degradasi menjadi pembahasan dalam rapat komite eksekutif PSSI beberapa waktu lalu. Rencananya, itu juga akan menjadi agenda dalam Kongres tahunan.
"Ada sisi positif dan negatifnya (Liga 1 tanpa degradasi), tapi menurut saya kurang setuju," kata Fandi Eko kepada Bola.net.
"Kurang greget aja kalau tanpa degradasi. Enggak ada persaingan yang serius," imbuh mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters
Tetap Manut
Namun, jika nantinya PSSI tetap memutuskan kompetisi tanpa degradasi, pihaknya siap mematuhi. Karena itu sudah menjadi keputusan bersama.
"Kita sebagai pemain hanya bisa mengikuti peraturan, semoga aja bisa ditinjau kembali," lanjut pemain yang juga pernah berseragam Madura United itu.
Artinya, dia akan tetap bermain secara serius di kompetisi nanti. Karena pemain tetap dituntut untuk tampil profesional di setiap pertandingan.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






