Hadi Rudyatmo: Sulit Maju Dengan PSSI Yang Sekarang
Editor Bolanet | 1 November 2011 11:50
- Ketua Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin yang merupakan hasil Kongres Luar Biasa, di Solo (9/7), tidak bisa berjalan sesuai harapan untuk memajukan persepakbolaan di Tanah Air.
Waktu berlangsungnya KLB kalau tidak salah ada kesepakatan pengurus terpilih akan menjalankan roda organisasi sesuai statuta, yang baik dari kepengurusan lama dijalankan dan yang tidak baik diperbaiki, tetapi kenyataannya sekarang seperti ini, justru tambah kacau, kata FX Hadi Rudyatmo yang juga mantan anggota Komisi Normalisasi PSSI di Solo, Selasa (01/11).
Dia mengatakan konsistensi dan komitmen para pejabat di PSSI sekarang ini sudah tidak ada, bahkan lebih parah dibandingkan dengan kepengurusan era Nurdin Halid. Ya jelas dengan kondisi seperti ini sulit untuk memajukan sepak bola di Tanah Air, padahal sebentar lagi kita juga akan menggelar sepak bola dalam SEA Games, katanya.
Penggemar sepak bola di Tanah Air, lanjutnya, sebenarnya sudah tidak simpati dengan kepemimpinan PSSI di bawah Djohar Arifin, apalagi dengan dicabutnya lisensi Liga Super Indonesia secara sepihak.
Pencabutan itu, katanya, semestinya tidak dilakukan sepihak, tetapi seharusnya semua yang terlibat itu dipanggil dulu diajak bicara dan setelah itu kalau disetujui baru dilakukan.
Kalau tidak bisa diperbaiki, ya kalau mau mengadakan KLB lagi silakan. Apabila jalan ini dipandang yang paling terbaik untuk membenahi PSSI dengan visi dan misi yang sama, katanya.
Menyinggung sikap PSSI yang berkukuh menggelar Indonesia Premier League (IPL) meski sejumlah klub menentang kompetisi tersebut, ia mengatakan semestinya itu tidak terjadi kalau semua itu mau duduk bersama dibicarakan dengan baik-baik.
Pertentangan seperti ini semestinya harus dihindari jangan sampai terjadi kalau persoalan terus muncul kapan sepak bola di Tanah Air akan maju, katanya.
Sedangkan adanya pemusatan latihan Timnas PSSI di Solo, FX Hadi Rudyatmo yang juga Wakil Wali Kota Surakarta itu menyambut dengan senang hati. Silakan kalau mau tinggal di Solo terus juga tidak ada masalah karena ini untuk kepentingan nasional dan nama baik Bangsa Indonesia, katanya. (ant/mac)
Waktu berlangsungnya KLB kalau tidak salah ada kesepakatan pengurus terpilih akan menjalankan roda organisasi sesuai statuta, yang baik dari kepengurusan lama dijalankan dan yang tidak baik diperbaiki, tetapi kenyataannya sekarang seperti ini, justru tambah kacau, kata FX Hadi Rudyatmo yang juga mantan anggota Komisi Normalisasi PSSI di Solo, Selasa (01/11).
Dia mengatakan konsistensi dan komitmen para pejabat di PSSI sekarang ini sudah tidak ada, bahkan lebih parah dibandingkan dengan kepengurusan era Nurdin Halid. Ya jelas dengan kondisi seperti ini sulit untuk memajukan sepak bola di Tanah Air, padahal sebentar lagi kita juga akan menggelar sepak bola dalam SEA Games, katanya.
Penggemar sepak bola di Tanah Air, lanjutnya, sebenarnya sudah tidak simpati dengan kepemimpinan PSSI di bawah Djohar Arifin, apalagi dengan dicabutnya lisensi Liga Super Indonesia secara sepihak.
Pencabutan itu, katanya, semestinya tidak dilakukan sepihak, tetapi seharusnya semua yang terlibat itu dipanggil dulu diajak bicara dan setelah itu kalau disetujui baru dilakukan.
Kalau tidak bisa diperbaiki, ya kalau mau mengadakan KLB lagi silakan. Apabila jalan ini dipandang yang paling terbaik untuk membenahi PSSI dengan visi dan misi yang sama, katanya.
Menyinggung sikap PSSI yang berkukuh menggelar Indonesia Premier League (IPL) meski sejumlah klub menentang kompetisi tersebut, ia mengatakan semestinya itu tidak terjadi kalau semua itu mau duduk bersama dibicarakan dengan baik-baik.
Pertentangan seperti ini semestinya harus dihindari jangan sampai terjadi kalau persoalan terus muncul kapan sepak bola di Tanah Air akan maju, katanya.
Sedangkan adanya pemusatan latihan Timnas PSSI di Solo, FX Hadi Rudyatmo yang juga Wakil Wali Kota Surakarta itu menyambut dengan senang hati. Silakan kalau mau tinggal di Solo terus juga tidak ada masalah karena ini untuk kepentingan nasional dan nama baik Bangsa Indonesia, katanya. (ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bisakah Neymar Main di Laga Brasil vs Maroko? Begini Kata Carlo Ancelotti
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:55
-
Kapan Brasil vs Maroko Main, Jam Berapa?
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:10
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:01
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 15 Juni 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:00
-
Hasil Race 1 WorldWCR Emilia Romagna 2026: Maria Herrera Bekuk Beatriz Neila
Otomotif 13 Juni 2026, 17:37
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











