Heri Susanto Unggah Surat Kondisi Memprihatinkan PSBS, Ngadu ke PSSI dan I.League: Gaji Telat 2,5-3 Bulan, Tempat Tinggal Dikosongkan, Jarang Latihan

Serafin Unus Pasi | 16 April 2026 10:16
Heri Susanto Unggah Surat Kondisi Memprihatinkan PSBS, Ngadu ke PSSI dan I.League: Gaji Telat 2,5-3 Bulan, Tempat Tinggal Dikosongkan, Jarang Latihan
Pertemuan antara PSBS Biak dan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. PSIM/@PSIMJOGJA

Bola.net - PSBS Biak tengah menjadi perhatian setelah muncul surat terbuka yang diduga berasal dari kolektif pemain. Surat itu berisi permohonan bantuan kepada manajemen PSBS Biak, I.League, dan PSSI terkait situasi internal Badai Pasifik.

Dokumen tersebut diunggah kapten PSBS Biak, Heri Susanto, melalui akun Instagram pribadinya. Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memunculkan perhatian publik sepak bola nasional.

Advertisement

Dalam isi surat, para pemain dan staf menyampaikan adanya keterlambatan pembayaran gaji selama beberapa bulan terakhir. Mereka menyebut ada pihak yang belum menerima hak selama dua setengah bulan, sementara lainnya hingga tiga bulan.

Penulis surat menyatakan bahwa mereka tetap menghormati PSBS Biak sebagai klub. Mereka juga menyatakan tujuan surat itu bukan untuk memicu konflik, melainkan mencari jalan keluar yang adil dan konstruktif.

"Kami menulis surat ini untuk dengan hormat meminta perhatian dan bantuan Anda terkait situasi yang sedang berlangsung yang memengaruhi beberapa pemain dan staf di PSBS Biak," tulis surat tersebut.

"Selama beberapa bulan terakhir, telah terjadi keterlambatan pembayaran gaji, di mana beberapa individu tidak menerima pembayaran selama kurang lebih dua setengah bulan, dan yang lainnya hingga tiga bulan," lanjutnya.

1 dari 2 halaman

Masalah Lainnya

Selain persoalan gaji, surat tersebut juga memuat keluhan mengenai kebutuhan dasar PSBS. Disebutkan bahwa air minum setelah sesi latihan tidak selalu tersedia.

Para pemain juga menyebut saat ini tidak tersedia makanan di akomodasi bagi pemain lokal. Kondisi itu dinilai mulai berdampak pada kehidupan sehari-hari para anggota tim.

Masalah lain yang disampaikan ialah kendaraan tim disebut telah ditarik. Sementara pemain asing disebut menerima pemberitahuan untuk mengosongkan tempat tinggal karena kurangnya pembayaran.

2 dari 2 halaman

Latihan Sering Batal

Dalam surat itu juga dijelaskan bahwa beberapa sesi latihan sempat tidak bisa digelar. Hal tersebut terjadi karena tim tidak memiliki lapangan latihan yang tersedia.

"Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kami percaya bahwa situasi ini telah mencapai tingkat yang kritis," ungkap surat tersebut.

Pihak pemain menyebut telah beberapa kali mencoba menghubungi manajemen klub untuk meminta kejelasan. Mereka juga menyatakan sudah berkomunikasi dan bekerja sama dengan APPI guna memproses persoalan tersebut.

LATEST UPDATE