"IPL Tak Sesuai Konstitusi PSSI"
Editor Bolanet | 19 Januari 2012 20:00
- Kompetisi sepak bola profesional Indonesian Premier League (IPL) dipertanyakan eksistensinya karena menyimpang dari konstitusi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Ketua PSSI Sultra Sabaruddin Labamba mengatakan, semua pihak diberi kesempatan membangun persepakbolaan nasional asalkan dalam koridor organisasi PSSI.
Semangat penyelenggaraan IPL patut diacungi jempol tetapi disayangkan karena tidak searah dengan aturan organisasi, kata Sabaruddin.
Perlu diketahui bahwa sepak bola memiliki organisasi tidak hanya dalam negeri, Asia Tenggara tetapi sampai pada tingkat dunia atau yang disebut FIFA.
Sebaiknya para pihak yang peduli dengan pembangunan sepak bola tidak emosional dalam mengimplementasikan ide atau gagasan tetapi duduk bersama merumuskan yang terbaik bagi pembangunan sepak bola di tanah air, katanya.
Bahkan, menurut Sabaruddin, pembinaan sepak bola yang menunjukan kemajuan menggembirakan cenderung menjadi komoditi politik untuk kepentingan kelompok tertentu.
Kalau sepak bola dipolitisasi maka tinggal tunggu kehancurannya. Hal ini menyedihkan bagi pecinta sepak bola di tanah air, tegasnya.
Keragaman profesi tanpa membedakan aliran politik, kalangan pengusaha atau birokrat dalam kepengurusan PSSI diharapkan menambah semangat pembangunan sepak bola.
Bukan sebaliknya, menjadikan sepak bola sebagai obyek tarik menarik kepentingan politik yang berpotensi merusak pembinaan cabang olahraga merakyat tersebut. (ant/end)
Ketua PSSI Sultra Sabaruddin Labamba mengatakan, semua pihak diberi kesempatan membangun persepakbolaan nasional asalkan dalam koridor organisasi PSSI.
Semangat penyelenggaraan IPL patut diacungi jempol tetapi disayangkan karena tidak searah dengan aturan organisasi, kata Sabaruddin.
Perlu diketahui bahwa sepak bola memiliki organisasi tidak hanya dalam negeri, Asia Tenggara tetapi sampai pada tingkat dunia atau yang disebut FIFA.
Sebaiknya para pihak yang peduli dengan pembangunan sepak bola tidak emosional dalam mengimplementasikan ide atau gagasan tetapi duduk bersama merumuskan yang terbaik bagi pembangunan sepak bola di tanah air, katanya.
Bahkan, menurut Sabaruddin, pembinaan sepak bola yang menunjukan kemajuan menggembirakan cenderung menjadi komoditi politik untuk kepentingan kelompok tertentu.
Kalau sepak bola dipolitisasi maka tinggal tunggu kehancurannya. Hal ini menyedihkan bagi pecinta sepak bola di tanah air, tegasnya.
Keragaman profesi tanpa membedakan aliran politik, kalangan pengusaha atau birokrat dalam kepengurusan PSSI diharapkan menambah semangat pembangunan sepak bola.
Bukan sebaliknya, menjadikan sepak bola sebagai obyek tarik menarik kepentingan politik yang berpotensi merusak pembinaan cabang olahraga merakyat tersebut. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:43
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:39
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 20 April 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00











