JC Mandek, Keputusan Dikembalikan ke Task Force Indonesia
Editor Bolanet | 1 November 2012 09:05
- Mandeknya proses rekonsiliasi yang terjadi dalam mekanisme Joint Committee dinilai karena komposisi anggota komite bentukan Task Force AFC untuk Indonesia. Karena itulah, pasca JC menemui jalan buntu, keputusan mengenai proses rekonsiliasi bakal dikembalikan ke Task Force.
Menurut salah seorang anggota Joint Committee, Saleh Ismail Mukadar, proses yang terjadi di Joint Committee sudah tidak lagi bisa diteruskan. Pasalnya, kedua belah pihak tidak bisa menemui kata sepakat, bahkan untuk hal yang sudah tegas diputuskan AFC. Sebagai misal, pengelolaan Timnas. PSSI bersikeras menuruti aturan AFC bahwa pengelolaan Timnas berada di bawah federasi, sementara KPSI ngotot bahwa kewenangan pengelolaan Timnas berada di bawah Joint Committee.
Nah, ini kan terjadi deadlock. Untuk urusan yang sudah jelas seperti ini saja mereka tidak mau patuh, lalu kenapa lagi proses ini harus diteruskan? ujar Saleh, yang juga merupakan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI bidang Kompetisi ini.
Setelah mekanisme mengalami deadlock, ya sudah. Sudah selesai tugas JC. Berarti saat ini kewenangan untuk proses rekonsiliasi berada di tangan Task Force. Kami berharap mereka bisa menemukan jalan yang lebih baik lagi untuk menyelesaikan masalah ini, dia menambahkan.
Sebelumnya, Saleh sempat menegaskan keinginannya untuk 'memboikot' rapat JC. Pasalnya, dia kecewa dengan sikap delegasi KPSI, yang bersikeras tak melepas pemain ISL ke timnas jika pengelolaan timnas, termasuk penentuan pelatih, masih di tangan PSSI. Menurut Saleh, sikap ini menunjukkan egoisme KPSI.
Ini urusan bangsa, bukan urusan organisasi. Kalau untuk hal ini saja tidak bisa diajak bicara, apalagi untuk urusan lainnya, Saleh menegaskan. (den/mac)
Menurut salah seorang anggota Joint Committee, Saleh Ismail Mukadar, proses yang terjadi di Joint Committee sudah tidak lagi bisa diteruskan. Pasalnya, kedua belah pihak tidak bisa menemui kata sepakat, bahkan untuk hal yang sudah tegas diputuskan AFC. Sebagai misal, pengelolaan Timnas. PSSI bersikeras menuruti aturan AFC bahwa pengelolaan Timnas berada di bawah federasi, sementara KPSI ngotot bahwa kewenangan pengelolaan Timnas berada di bawah Joint Committee.
Nah, ini kan terjadi deadlock. Untuk urusan yang sudah jelas seperti ini saja mereka tidak mau patuh, lalu kenapa lagi proses ini harus diteruskan? ujar Saleh, yang juga merupakan Deputi Sekretaris Jenderal PSSI bidang Kompetisi ini.
Setelah mekanisme mengalami deadlock, ya sudah. Sudah selesai tugas JC. Berarti saat ini kewenangan untuk proses rekonsiliasi berada di tangan Task Force. Kami berharap mereka bisa menemukan jalan yang lebih baik lagi untuk menyelesaikan masalah ini, dia menambahkan.
Sebelumnya, Saleh sempat menegaskan keinginannya untuk 'memboikot' rapat JC. Pasalnya, dia kecewa dengan sikap delegasi KPSI, yang bersikeras tak melepas pemain ISL ke timnas jika pengelolaan timnas, termasuk penentuan pelatih, masih di tangan PSSI. Menurut Saleh, sikap ini menunjukkan egoisme KPSI.
Ini urusan bangsa, bukan urusan organisasi. Kalau untuk hal ini saja tidak bisa diajak bicara, apalagi untuk urusan lainnya, Saleh menegaskan. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
3 Faktor yang Membuat Singapura Jadi Ancaman Bagi Timnas Indonesia
Tim Nasional 5 Agustus 2026, 13:41
-
Timnas Indonesia Wajib Waspada, Laga Kontra Singapura Dinilai Tak Akan Mudah
Tim Nasional 5 Agustus 2026, 13:37
-
Vinicius Junior Fokus Bersinar di Bawah Jose Mourinho, Abaikan Rumor Arsenal
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 13:13
-
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Singapura, Siapa Lebih Unggul?
Tim Nasional 5 Agustus 2026, 12:13
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16













