Kalah Tipis Dari Persik, Peluang Persipasi ke 8 Besar Tipis
Editor Bolanet | 2 Juni 2012 22:52
- Persik Kediri berhasil mencuri poin dari Persipasi Bekasi dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama (LPIS) di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (02/6) petang.
Meski bermain terbuka dan mampu mendominasi jalannya laga, namun Laskar Patriot harus takluk dengan skor tipis 0-1. Satu-satunya gol yang membuat Macan Putih, dicetak Faris Aditama dimenit ke-50.
Kekalahan ini memupuskan peluang kami meraih tiket ke babak delapan besar. Namun, belum dipastikan Persipasi berada di peringkat berapa di akhir kompetisi. Sebab, masih menunggu pertandingan tim lainnya di Grup II, terang pelatih Persipasi, Warta Kusuma, kepada .
Kegagalan meraih tambahan tiga poin, disebut Warta merupakan kerugian besar. Sebab, besar kemungkinan Persipasi terlempar dari posisi empat besar. Sejauh ini, Warta mengatakan, Persepar Palangkaraya dan PSIS Semarang yang dipastikan menempati posisi pertama dan kedua. Posisi kedua tim tersebut, juga dalam posisi aman karena jauh dari kejaran pesaingnya.
Karena itu, kami berharap tim lainnya juga gagal meraih poin. Namun, rasanya sudah tidak ada artinya. Sebab, kegagalan ini saja sudah membuat kami harus melupakan kesempatan promosi ke babak delapan besar, tukas manta pemain Timnas Indonesia era 80-an tersebut.
Ini menjadi cacatan buruk kami, karena baru kali pertama mendapatkan kekalahan di kandang. Sebelumnya, kami selalu menang minimal lebih dari dua gol, lanjutnya.
Penyesalan tim pelatih Persipasi Bekasi semakin menjadi. Itu karena, dengan hilangnya kesempatan berlaga di babak delapan besar, akan menyulitkan upaya mereka memperoleh gaji yang sejak Januari belum dibayarkan manajemen pimpinan Dana Satria tersebut.
Musim ini, kami baru menerima gaji dua bulan plus 25 persen dari uang kontrak. Kami khawatir, manajemen semakin segan dalam mengupayakan gaji kami hingga berakhirnya kontrak, November 2012, tandasnya.
Sementara itu, tingginya tensi permainan akibat kedua tim berupaya mengamankan posisi, diakui pelatih Persik, Joko Malis. Namun, Joko justru menganggapnya sebagai hal yang wajar. Terbukti, wasit asal Magelang, Jawa Tengah, Satriyo bambang Nugroho, harus mengeluarkan tiga kartu kuning. Dua diantaranya, diperoleh pemain Persik, Fatchul Iya dan Oliver Makor. Lalu di kubu Persipasi, harus ditanggung Ubaidillah.
Wajar saja, sebagai tuan rumah, Persipasi sangat ambisi hingga bermain keras, tandasnya. (esa/end)
Meski bermain terbuka dan mampu mendominasi jalannya laga, namun Laskar Patriot harus takluk dengan skor tipis 0-1. Satu-satunya gol yang membuat Macan Putih, dicetak Faris Aditama dimenit ke-50.
Kekalahan ini memupuskan peluang kami meraih tiket ke babak delapan besar. Namun, belum dipastikan Persipasi berada di peringkat berapa di akhir kompetisi. Sebab, masih menunggu pertandingan tim lainnya di Grup II, terang pelatih Persipasi, Warta Kusuma, kepada .
Kegagalan meraih tambahan tiga poin, disebut Warta merupakan kerugian besar. Sebab, besar kemungkinan Persipasi terlempar dari posisi empat besar. Sejauh ini, Warta mengatakan, Persepar Palangkaraya dan PSIS Semarang yang dipastikan menempati posisi pertama dan kedua. Posisi kedua tim tersebut, juga dalam posisi aman karena jauh dari kejaran pesaingnya.
Karena itu, kami berharap tim lainnya juga gagal meraih poin. Namun, rasanya sudah tidak ada artinya. Sebab, kegagalan ini saja sudah membuat kami harus melupakan kesempatan promosi ke babak delapan besar, tukas manta pemain Timnas Indonesia era 80-an tersebut.
Ini menjadi cacatan buruk kami, karena baru kali pertama mendapatkan kekalahan di kandang. Sebelumnya, kami selalu menang minimal lebih dari dua gol, lanjutnya.
Penyesalan tim pelatih Persipasi Bekasi semakin menjadi. Itu karena, dengan hilangnya kesempatan berlaga di babak delapan besar, akan menyulitkan upaya mereka memperoleh gaji yang sejak Januari belum dibayarkan manajemen pimpinan Dana Satria tersebut.
Musim ini, kami baru menerima gaji dua bulan plus 25 persen dari uang kontrak. Kami khawatir, manajemen semakin segan dalam mengupayakan gaji kami hingga berakhirnya kontrak, November 2012, tandasnya.
Sementara itu, tingginya tensi permainan akibat kedua tim berupaya mengamankan posisi, diakui pelatih Persik, Joko Malis. Namun, Joko justru menganggapnya sebagai hal yang wajar. Terbukti, wasit asal Magelang, Jawa Tengah, Satriyo bambang Nugroho, harus mengeluarkan tiga kartu kuning. Dua diantaranya, diperoleh pemain Persik, Fatchul Iya dan Oliver Makor. Lalu di kubu Persipasi, harus ditanggung Ubaidillah.
Wajar saja, sebagai tuan rumah, Persipasi sangat ambisi hingga bermain keras, tandasnya. (esa/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Persik 8 Mei 2026
Bola Indonesia 7 Mei 2026, 22:08
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
















