Keluarkan Izin ISL, BOPI Tolak Disebut Dapat Tekanan Dari DPR RI
Editor Bolanet | 23 Februari 2015 21:41
- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya memberikan rekomendasi PT Liga Indonesia (PT LI) untuk menjalankan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Yakni, pada 4 April mendatang.
Hal tersebut, terjadi setelah Ketua BOPI, Noor Aman, dipanggil Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah dan Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, Senin (23/2) malam.
Meski demikian, Noor Aman menolak dikatakan jika izin tersebut keluar karena pihaknya mendapatkan desakan dari DPR RI untuk memberikan rekomendasi terselenggaranya kompetisi ISL musim 2015.
Tidak seperti itu. Justru, kami menyampaikan apa yang menjadi kekhawatiran supaya ke depannya kejadian yang jelek tidak terulang, ujar Noor Aman di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (23/2) malam.
Kami tetap meminta persyaratan utama dipenuhi. Yang tidak bisa ditoleransi, yaitu soal utang, status pemain asing. Kalau tidak punya Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas), maka akan dicabut. Pajak perlu data, mana yang kurang dan mana kira-kira yang bisa. Bisa sambil berjalan tapi konsekuen dan terbuka di mana letak kekurangan, sambung Noor Aman.
Sedangkan sebelumnya, PT Liga Indonesia (Pt LI) dan perwakilan 18 klub ISL bertemu dengan BOPI di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (23/2) siang. Dalam kesempatan tersebut, CEO PT LI, Joko Driyono, memaparkan jika pertemuan kembali menemui jalan buntu.
Joko Driyono juga sempat memaparkan, belum menemukan titik sepakat dengan BOPI terkait penyelenggaraan ISL musim 2015, karena tetap tidak mendapat rekomendasi.
Sebenarnya, pertemuan ini untuk mencari jalan keluar. Karena keterbatasan waktu serta psikologis perwakilan klub sulit untuk melanjutkan, maka pertemuan tersebut selesai. Kami akan melihat perkembangan ke depan karena tidak ada kesepakatan. Saya berharap dalam beberapa waktu ke depan progresnya produktif, imbuh Joko Driyono.
Menurutnya, pihaknya ingin kompetisi berjalan dan syarat yang belum dilengkapi akan dipenuhi sambil berjalan. Keinginan itu ada walau sebelumnya perwakilan 18 klub ISL meminta agar mengabaikan keputusan Kemenpora dan BOPI dan Liga Indonesia diminta untuk memutar kompetisi sejak awal April.
Kami sederhana, kompetisi berjalan dan keinginan BOPI untuk memenuhi syarat secara progresif dipenuhi, pungkasnya. (esa/dzi)
Hal tersebut, terjadi setelah Ketua BOPI, Noor Aman, dipanggil Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah dan Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, Senin (23/2) malam.
Meski demikian, Noor Aman menolak dikatakan jika izin tersebut keluar karena pihaknya mendapatkan desakan dari DPR RI untuk memberikan rekomendasi terselenggaranya kompetisi ISL musim 2015.
Tidak seperti itu. Justru, kami menyampaikan apa yang menjadi kekhawatiran supaya ke depannya kejadian yang jelek tidak terulang, ujar Noor Aman di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (23/2) malam.
Kami tetap meminta persyaratan utama dipenuhi. Yang tidak bisa ditoleransi, yaitu soal utang, status pemain asing. Kalau tidak punya Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas), maka akan dicabut. Pajak perlu data, mana yang kurang dan mana kira-kira yang bisa. Bisa sambil berjalan tapi konsekuen dan terbuka di mana letak kekurangan, sambung Noor Aman.
Sedangkan sebelumnya, PT Liga Indonesia (Pt LI) dan perwakilan 18 klub ISL bertemu dengan BOPI di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (23/2) siang. Dalam kesempatan tersebut, CEO PT LI, Joko Driyono, memaparkan jika pertemuan kembali menemui jalan buntu.
Joko Driyono juga sempat memaparkan, belum menemukan titik sepakat dengan BOPI terkait penyelenggaraan ISL musim 2015, karena tetap tidak mendapat rekomendasi.
Sebenarnya, pertemuan ini untuk mencari jalan keluar. Karena keterbatasan waktu serta psikologis perwakilan klub sulit untuk melanjutkan, maka pertemuan tersebut selesai. Kami akan melihat perkembangan ke depan karena tidak ada kesepakatan. Saya berharap dalam beberapa waktu ke depan progresnya produktif, imbuh Joko Driyono.
Menurutnya, pihaknya ingin kompetisi berjalan dan syarat yang belum dilengkapi akan dipenuhi sambil berjalan. Keinginan itu ada walau sebelumnya perwakilan 18 klub ISL meminta agar mengabaikan keputusan Kemenpora dan BOPI dan Liga Indonesia diminta untuk memutar kompetisi sejak awal April.
Kami sederhana, kompetisi berjalan dan keinginan BOPI untuk memenuhi syarat secara progresif dipenuhi, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Minimalisir Persebaran Virus Corona, Ini Imbauan BOPI
Olahraga Lain-Lain 18 Maret 2020, 02:30
-
BOPI dan PT LIB Evaluasi Liga 1: Hukuman Pengurangan Poin Diwacanakan
Bola Indonesia 6 September 2019, 22:16
-
PT LIB Anggap Panggilan BOPI sebagai Keharmonisan Hubungan
Bola Indonesia 1 Agustus 2019, 01:34
-
Diwarnai Banyak Kisruh, BOPI Belum akan Cabut Rekomendasi Liga 1
Bola Indonesia 31 Juli 2019, 20:09
LATEST UPDATE
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













