Kemenpora Minta Komnas HAM Melihat Lebih Jauh Lagi
Editor Bolanet | 11 Juli 2015 13:27
- Persoalan sepak bola yang belum menemukan solusinya, membuat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ikut-ikutan menyalahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.
Jatuhnya sanksi FIFA, memang karena adanya intervensi yang dilakukan Menpora Imam. Yakni, berupa pembekuan terhadap organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut.
Menyikapi hal tersebut, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S Dewa Broto, meminta Komnas HAM agar melihat lebih jauh lagi masalah terkait sepak bola di Indonesia. Sehingga, tidak tergesa-gesan dalam mengambil tindakan.
Kami belum tahu apa materi yang diajukan Komnas HAM sesungguhnya. Saya juga baru tahu dari rekan-rekan media yang menanyakan. Tetapi kalau memang itu mau dilakukan, silahkan saja, kata Gatot S Dewa Broto.
Hanya saja kalau ditanya tentang masalah korban atau kompetisi berhenti, harus diingat yang menghentikan kompetisi bukan kami, tapi ada force majeur PSSI pada 2 Mei. Tapi kalau untuk masalah pembekuan terjadi tentu ada sebab. Komnas HAM harus membaca masalah ini secara lebih lengkap lagi, sambungnya.
Meski demikian, dilanjutkan Gatot, Kemenpora tetap akan menghormati apa yang dilakukan pihak Komnas HAM. Namun Kemenpora menegaskan bahwa selama ini juga terjadi masalah pelanggaran HAM dalam kasus-kasus keterlambatan gaji pemain.
Masalah HAM selama ini kalau ada keterlambatan pembayaran gaji kepada pemain. Hal tersebut, sesungguhnya juga merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Tapi apa pun yang terjadi kami sangat menghormati Komnas HAM, pungkasnya. (esa/ada)
Jatuhnya sanksi FIFA, memang karena adanya intervensi yang dilakukan Menpora Imam. Yakni, berupa pembekuan terhadap organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut.
Menyikapi hal tersebut, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S Dewa Broto, meminta Komnas HAM agar melihat lebih jauh lagi masalah terkait sepak bola di Indonesia. Sehingga, tidak tergesa-gesan dalam mengambil tindakan.
Kami belum tahu apa materi yang diajukan Komnas HAM sesungguhnya. Saya juga baru tahu dari rekan-rekan media yang menanyakan. Tetapi kalau memang itu mau dilakukan, silahkan saja, kata Gatot S Dewa Broto.
Hanya saja kalau ditanya tentang masalah korban atau kompetisi berhenti, harus diingat yang menghentikan kompetisi bukan kami, tapi ada force majeur PSSI pada 2 Mei. Tapi kalau untuk masalah pembekuan terjadi tentu ada sebab. Komnas HAM harus membaca masalah ini secara lebih lengkap lagi, sambungnya.
Meski demikian, dilanjutkan Gatot, Kemenpora tetap akan menghormati apa yang dilakukan pihak Komnas HAM. Namun Kemenpora menegaskan bahwa selama ini juga terjadi masalah pelanggaran HAM dalam kasus-kasus keterlambatan gaji pemain.
Masalah HAM selama ini kalau ada keterlambatan pembayaran gaji kepada pemain. Hal tersebut, sesungguhnya juga merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Tapi apa pun yang terjadi kami sangat menghormati Komnas HAM, pungkasnya. (esa/ada)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18











