Kemenpora: Tak Perlu Ratapi Sanksi FIFA
Editor Bolanet | 31 Mei 2015 21:49
- Turunnya sanksi FIFA ke PSSI dinilai bukanlah akhir bagi sepakbola Indonesia. Karenanya, Kementerian Pemuda dan Olahraga menilai bahwa sanksi ini tak perlu terus-menerus diratapi.
Sanksi FIFA ini tidak perlu diratapi secara berlebihan, ujar Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.
Memang, kita dihadapkan pada pilihan sulit karena untuk sementara waktu kita harus prihatin, karena tidak bisa menyaksikan tim nasional Indonesia dan beberapa klub kita tidak bisa berlaga di event internasional, terkecuali di event Sea Games 2015 di minggu depan ini di Singapura, sambungnya.
Sebelumnya, FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi pada PSSI. Pada surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, dijelaskan bahwa alasan FIFA menjatuhkan sanksi pada PSSI akibat SK Pembekuan kepada PSSI oleh Kemenpora.
Lebih lanjut, Gatot mengajak para pecinta sepakbola agar yakin dan percaya diri bahwa sepakbola Indonesia bisa lebih baik lagi usai sanksi ini. Syaratnya, pembenahan persepakbolaan nasional kita bisa dilakukan dengan penuh kesungguhan, konsisten, transparan dan dengan tata kelola organisasi yang lebih baik.
Kalau itu semua terlaksana, maka prestasi yang lebih baik bukan lagi suatu mimpi belaka, tandasnya. (den/dzi)
Sanksi FIFA ini tidak perlu diratapi secara berlebihan, ujar Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.
Memang, kita dihadapkan pada pilihan sulit karena untuk sementara waktu kita harus prihatin, karena tidak bisa menyaksikan tim nasional Indonesia dan beberapa klub kita tidak bisa berlaga di event internasional, terkecuali di event Sea Games 2015 di minggu depan ini di Singapura, sambungnya.
Sebelumnya, FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi pada PSSI. Pada surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, dijelaskan bahwa alasan FIFA menjatuhkan sanksi pada PSSI akibat SK Pembekuan kepada PSSI oleh Kemenpora.
Lebih lanjut, Gatot mengajak para pecinta sepakbola agar yakin dan percaya diri bahwa sepakbola Indonesia bisa lebih baik lagi usai sanksi ini. Syaratnya, pembenahan persepakbolaan nasional kita bisa dilakukan dengan penuh kesungguhan, konsisten, transparan dan dengan tata kelola organisasi yang lebih baik.
Kalau itu semua terlaksana, maka prestasi yang lebih baik bukan lagi suatu mimpi belaka, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Bola Tidak Kena Kabel, FIFA Nyatakan Gol Pertama Jude Bellingham Sah!
Piala Dunia 12 Juli 2026, 10:14
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










