KLB 24 September, Bisa Melengserkan Djohar
Editor Bolanet | 20 Agustus 2012 16:08
- Djohar Arifin Husin semakin santer disebut akan lengser dari jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Itu seiring rencana digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) yang diusung Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), pada 24 September 2012.
KPSI atau yang kini disebut PSSI pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti tersebut, hanya berkeyakinan jika konflik sepak bola nasional, baru bisa teratasi setelah adanya KLB yang melengserkan Djohar dari jabatannya.
Ini merupakan isu yang sangat kuat menjadi kenyataan, persentasinya pun mencapai 98 persen. Pasalnya, KPSI sudah mendapatkan dukungan penuh dari anggota resmi PSSI, atau sebanyak 2/3 anggota dan dipastikan jumlahnya akan bertambah saat KLB. Alhasil, PSSI akan mengalami perombakan total, ujar pengamat sepak bola, Lumba Ubaya Rajasa.
KLB 24 September 2012, diterangkannya lagi, merupakan jalan untuk menentukan Ketua Umum PSSI yang baru. Yakni, merupakan peleburan antara Djohar dan La Nyalla. Apalagi, hal tersebut juga sudah diketahui Satuan Tugas AFC.
Menurutnya, pelaksanaan KLB tetap akan sama seperti KLB di Solo, Jawa Tengah pada 9 Juni 2011 dan pada KLB di Ancol, Jakarta, 18 Maret 2012.
Dikatakannya lagi, KLB juga diikuti 101 pemilik suara sah PSSI, yakni sesuai keputusan Kongres Tahunan PSSI, di Bali, 20-21 Januari 2011.
Misalnya saja, pesertanya merupakan para Pengurus Provinsi (Pengprov), klub Indonesia Super League (ISL) Divisi Utama, Divisi I, II dan III, imbuhnya.
Nantinya, lebih jauh dikatakan Ubaya Rajasa, kalau memenuhi persyaratan, akan terdapat 14 Komite Eksekutif (Exco) yang terdiri dari sembilan perwakilan KPSI dan lima versi PSSI.
Anggota Exco versi KPSI di antaranya Robertho Rouw, Tonny Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, Djamal Aziz, Zulfadli, Ahmed Zaki Iskandar, La Siya dan Diza Rasyid Ali.
Sedangkan dari pihak PSSI, terdapat Widodo Santoso, Tuty Dau, Sihar Sitorus, Mawardi Nurdin dan Bob Hippy. Jumlah Exco tersebut, dikatakannya, sesuai dengan statuta FIFA.
Sebab, jumlah maksimal Exco sebanyak 25 orang, tuturnya.
Namun yang tidak kalah penting, La Nyalla akan mengusung kepengurusan dengan persyaratan usia. Yakni, pengurus PSSI harus berusia maksimal 45 tahun. Itu supaya ada regenerasi. Apalagi, banyak pihak muda yang diyakini La Nyalla mampu berkarya, tukasnya. (bola/esa/lex)
KPSI atau yang kini disebut PSSI pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti tersebut, hanya berkeyakinan jika konflik sepak bola nasional, baru bisa teratasi setelah adanya KLB yang melengserkan Djohar dari jabatannya.
Ini merupakan isu yang sangat kuat menjadi kenyataan, persentasinya pun mencapai 98 persen. Pasalnya, KPSI sudah mendapatkan dukungan penuh dari anggota resmi PSSI, atau sebanyak 2/3 anggota dan dipastikan jumlahnya akan bertambah saat KLB. Alhasil, PSSI akan mengalami perombakan total, ujar pengamat sepak bola, Lumba Ubaya Rajasa.
KLB 24 September 2012, diterangkannya lagi, merupakan jalan untuk menentukan Ketua Umum PSSI yang baru. Yakni, merupakan peleburan antara Djohar dan La Nyalla. Apalagi, hal tersebut juga sudah diketahui Satuan Tugas AFC.
Menurutnya, pelaksanaan KLB tetap akan sama seperti KLB di Solo, Jawa Tengah pada 9 Juni 2011 dan pada KLB di Ancol, Jakarta, 18 Maret 2012.
Dikatakannya lagi, KLB juga diikuti 101 pemilik suara sah PSSI, yakni sesuai keputusan Kongres Tahunan PSSI, di Bali, 20-21 Januari 2011.
Misalnya saja, pesertanya merupakan para Pengurus Provinsi (Pengprov), klub Indonesia Super League (ISL) Divisi Utama, Divisi I, II dan III, imbuhnya.
Nantinya, lebih jauh dikatakan Ubaya Rajasa, kalau memenuhi persyaratan, akan terdapat 14 Komite Eksekutif (Exco) yang terdiri dari sembilan perwakilan KPSI dan lima versi PSSI.
Anggota Exco versi KPSI di antaranya Robertho Rouw, Tonny Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, Djamal Aziz, Zulfadli, Ahmed Zaki Iskandar, La Siya dan Diza Rasyid Ali.
Sedangkan dari pihak PSSI, terdapat Widodo Santoso, Tuty Dau, Sihar Sitorus, Mawardi Nurdin dan Bob Hippy. Jumlah Exco tersebut, dikatakannya, sesuai dengan statuta FIFA.
Sebab, jumlah maksimal Exco sebanyak 25 orang, tuturnya.
Namun yang tidak kalah penting, La Nyalla akan mengusung kepengurusan dengan persyaratan usia. Yakni, pengurus PSSI harus berusia maksimal 45 tahun. Itu supaya ada regenerasi. Apalagi, banyak pihak muda yang diyakini La Nyalla mampu berkarya, tukasnya. (bola/esa/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel Senang Anthony Gordon Gabung Barcelona
Piala Dunia 9 Juni 2026, 15:45
-
Nonton Indonesia vs Hong Kong: AVC Women's Nation Cup 2026 di Vidio
Voli 9 Juni 2026, 15:43
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19

















