Kompetisi Tanpa Degradasi Dinilai Ideal di Tengah Pandemi
Serafin Unus Pasi | 5 Juni 2020 21:20
Bola.net - Manajemen PSIS Semarang menanggapi wacana kompetisi digelar tanpa degradasi. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu menilai ideal jika tidak ada tim yang turun kasta.
Menurut General Manager PSIS Semarang, Wahyu 'Liluk' Winarto, kompetisi tanpa degradasi merupakan keinginan sebagian besar klub. Karena memang kondisinya tidak memungkinkan.
"Kalau kompetisi dilanjut dengan kondisi sekarang, memang usulan kami tidak ada degradasi," kata Liluk kepada Bola.net, Jumat (5/6/2020).
"Karena melihat kompetisinya diadakan di situasi yang menurut saya masih force majeure dan itu persetujuan FIFA kok," Liluk menambahkan.
Wacana Liga 1 2020 digelar tanpa degradasi muncul dalam virtual meeting PSSI dengan perwakilan klub. Selain, wacana tanpa degradasi, kompetisi akan digelar di Pulau Jawa.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.
Home Tournament
Namun, terkait wacana kompetisi dipusatkan di Pulau Jawa, menurut Liluk sebenarnya paling ideal digelar dengan format home tournament. Karena kondisi Covid-19 di beberapa wilayah berbeda.
"Sebetulnya kalau dari PSIS sarannya dilakukan home tournament di daerah yang sudah dinyatakan zona hijau. Kalau PSIS seperti itu. Bukan di Jawa. Kalau di Jawa masih sistemnya home away," lanjutnya.
"Karena tingkat penyebaran Covid-19 di tingkat kabupaten/kota berbeda, seperti Surabaya, Lamongan, bahkan saya dengar Surabaya bukan lagi zona merah, tapi zona hitam," tandasnya.
(Bola.net/Fitri Apriani)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Arsenal ke Final Liga Champions dengan Gaya
Liga Champions 6 Mei 2026, 08:04
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 6 Mei 2026, 05:52
-
Man of the Match Arsenal vs Atletico Madrid: Declan Rice
Liga Champions 6 Mei 2026, 04:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55
-
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 4 Mei 2026, 22:18
















