KPSI Yakin Dapatkan Legitimasi FIFA
Editor Bolanet | 7 Juni 2012 07:27
- Kepercayaan diri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia () versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) dalam mendapatkan legitimasi dari FIFA semakin meninggi.
Itu terjadi seiring pertemuan dengan Satuan Tugas (Satgas) AFC yang dijadwalkan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 7-9 Juni 2012.
Pasalnya, hasil pertemuan dipercaya menjadi modal pertimbangan FIFA dalam mengambil keputusan terkait penyelesaian persoalan dualisme kompetisi dan organisasi di pentas sepakbola Tanah Air. Setelah itu, FIFA akan memberikan keputusannya pada 15 Juni mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, PSSI pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti mengirimkan Joko Driyono dan Hinca Pandjaitan yang masing-masing menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia dan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) serta Sekretaris Jenderal KPSI yang memelopori digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pada 18 Maret 2012 lalu.
Keduanya juga menjadi utusan resmi pihak La Nyalla ketika pertemuan perdana dengan Satgas AFC berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Kuala Lumpur, Malaysia, 24 April lalu. Ketika itu, Joko dan Hinca berhadapan dengan Satgas AFC yang beranggotakan HRH Pangeran Abdullah binti Sultan Ahmad Shah Wakil Presiden AFC, anggota Komite Eksekuti (Exco) FIFA dan AFC Dato Worawi Makudi, Sekretaris Jenderal Afc Dato Alex Soosay dan Direktur Asosiasi dan Hubungan Internasional James Johnson.
Joko dan Hinca sudah dibekali surat resmi yang ditujukan kepada AFC dan FIFA. Surat tersebut berupa memoratorium atau permintaan dari pengurus PSSI periode 2012/2016 dan seluruh anggota sah PSSI yang sudah mencabut mandatnya pada kepengurusan PSSI masa bakti 2011/2015 pimpinan Djohar Arifin, terang La Nyalla kepada .
La Nyalla melanjutkan, surat yang akan disampaikan melalui Sekjen AFC Dato Alex Soosay, dan Sekjen FIFA Jerome Falcke ditandatangani 11 Exco PSSI periode 2012/2016 dan perwakilan pemilik suara yang hadir dalam acara members-meeting di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (3/6).
Seribu persen saya yakin akan mendapatkan legitimasi FIFA. Sebab, KLB yang digelar KPSI sudah menghasilkan kepengurusan baru dan menggantikan kepengurusan Djohar Arifin Husin. Apalagi, KLB tersebut diikuti seluruh pemilik suara sah PSSI. Selain itu, pemilihan pengurus PSSI yang baru melalu KLB, sudah sesuai dengan statuta, tutupnya. (esa/gia)
Itu terjadi seiring pertemuan dengan Satuan Tugas (Satgas) AFC yang dijadwalkan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 7-9 Juni 2012.
Pasalnya, hasil pertemuan dipercaya menjadi modal pertimbangan FIFA dalam mengambil keputusan terkait penyelesaian persoalan dualisme kompetisi dan organisasi di pentas sepakbola Tanah Air. Setelah itu, FIFA akan memberikan keputusannya pada 15 Juni mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, PSSI pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti mengirimkan Joko Driyono dan Hinca Pandjaitan yang masing-masing menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia dan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) serta Sekretaris Jenderal KPSI yang memelopori digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pada 18 Maret 2012 lalu.
Keduanya juga menjadi utusan resmi pihak La Nyalla ketika pertemuan perdana dengan Satgas AFC berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Kuala Lumpur, Malaysia, 24 April lalu. Ketika itu, Joko dan Hinca berhadapan dengan Satgas AFC yang beranggotakan HRH Pangeran Abdullah binti Sultan Ahmad Shah Wakil Presiden AFC, anggota Komite Eksekuti (Exco) FIFA dan AFC Dato Worawi Makudi, Sekretaris Jenderal Afc Dato Alex Soosay dan Direktur Asosiasi dan Hubungan Internasional James Johnson.
Joko dan Hinca sudah dibekali surat resmi yang ditujukan kepada AFC dan FIFA. Surat tersebut berupa memoratorium atau permintaan dari pengurus PSSI periode 2012/2016 dan seluruh anggota sah PSSI yang sudah mencabut mandatnya pada kepengurusan PSSI masa bakti 2011/2015 pimpinan Djohar Arifin, terang La Nyalla kepada .
La Nyalla melanjutkan, surat yang akan disampaikan melalui Sekjen AFC Dato Alex Soosay, dan Sekjen FIFA Jerome Falcke ditandatangani 11 Exco PSSI periode 2012/2016 dan perwakilan pemilik suara yang hadir dalam acara members-meeting di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (3/6).
Seribu persen saya yakin akan mendapatkan legitimasi FIFA. Sebab, KLB yang digelar KPSI sudah menghasilkan kepengurusan baru dan menggantikan kepengurusan Djohar Arifin Husin. Apalagi, KLB tersebut diikuti seluruh pemilik suara sah PSSI. Selain itu, pemilihan pengurus PSSI yang baru melalu KLB, sudah sesuai dengan statuta, tutupnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
-
Como Bergerak di Bursa Transfer: Kaiki Mendekat, Sergi Roberto Pergi
Liga Italia 20 Juni 2026, 05:12
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Australia: Folarin Balogun
Piala Dunia 20 Juni 2026, 04:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28


















