Kualitas Wasit Lokal Dinilai Tak Kalah dari Wasit Asing
Editor Bolanet | 9 Mei 2013 13:35
- Wacana Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Komite Wasit untuk menggunakan jasa wasit asing dalam pentas sepakbola nasional, diharapkan dapat dikaji ulang. Hal tersebut diungkapkan anggota Komite Wasit PSSI, Jimmy Napitupulu.
Hal tersebut muncul lantaran banyaknya kejadian keributan yang dipicu ulah wasit usai mengeluarkan keputusan kontroversial. Tak ayal, suporter dan pemain, serta ofisial tim, kerap ikut-ikutan terlibat dalam keributan.
Namun di mata Napitupulu, kualitas wasit lokal tidak kalah baiknya dengan wasit asing. Apalagi, wasit yang ingin didatangkan PSSI tersebut berasal dari kawasan Asia Tenggara. Lebih baik, memberikan perhatian kepada wasit lokal. Misalnya, dengan memberikan pembinaan. Menggunakan wasit asing, biayanya juga lebih mahal, terangnya.
Dilanjutkannya, harus terdapat tim pemantau khusus wasit dan pengembangan pembinaan wasit lokal yang lebih baik. Sehingga, PSSI bisa mendapatkan wasit yang berkualitas. Dicontohkannya, yang dialami wasit Thoriq Alkatiri. Proses pemantauan yang dilakukan Jimmy, terbukti lebih efektif. Thoriq yang sebelumnya bertugas di Divisi I, kini mampu menjadi wasit Indonesia Super League (ISL).
Selain itu, PSSI sangat diharapkan memberikan dukungan dalam bentuk menggratiskan biaya bagi wasit yang ingin mendapatkan lisensi Nasional. Dengan begitu bisa menghasilkan wasit yang berkualitas. Wasit juga harus terus diberikan pendampingan, menggembleng wasit secara berjenjang dan menempa mental mereka di partai berat, ternyata lebih efektif. Alhasil, mereka bisa terus meningkat kualitasnya, tutur mantan wasit FIFA tersebut. (esa/row)
Hal tersebut muncul lantaran banyaknya kejadian keributan yang dipicu ulah wasit usai mengeluarkan keputusan kontroversial. Tak ayal, suporter dan pemain, serta ofisial tim, kerap ikut-ikutan terlibat dalam keributan.
Namun di mata Napitupulu, kualitas wasit lokal tidak kalah baiknya dengan wasit asing. Apalagi, wasit yang ingin didatangkan PSSI tersebut berasal dari kawasan Asia Tenggara. Lebih baik, memberikan perhatian kepada wasit lokal. Misalnya, dengan memberikan pembinaan. Menggunakan wasit asing, biayanya juga lebih mahal, terangnya.
Dilanjutkannya, harus terdapat tim pemantau khusus wasit dan pengembangan pembinaan wasit lokal yang lebih baik. Sehingga, PSSI bisa mendapatkan wasit yang berkualitas. Dicontohkannya, yang dialami wasit Thoriq Alkatiri. Proses pemantauan yang dilakukan Jimmy, terbukti lebih efektif. Thoriq yang sebelumnya bertugas di Divisi I, kini mampu menjadi wasit Indonesia Super League (ISL).
Selain itu, PSSI sangat diharapkan memberikan dukungan dalam bentuk menggratiskan biaya bagi wasit yang ingin mendapatkan lisensi Nasional. Dengan begitu bisa menghasilkan wasit yang berkualitas. Wasit juga harus terus diberikan pendampingan, menggembleng wasit secara berjenjang dan menempa mental mereka di partai berat, ternyata lebih efektif. Alhasil, mereka bisa terus meningkat kualitasnya, tutur mantan wasit FIFA tersebut. (esa/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













