LPIS Kembali Gagas Financial Fair Play
Editor Bolanet | 2 Oktober 2012 21:45
- PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) mengusulkan sejumlah hal untuk diterapkan dalam kompetisi musim mendatang. Salah satunya, PT LPIS mengusulkan klub-klub peserta kompetisi menerapkan financial fair play.
Menurut CEO PT. LPIS, , dengan adanya financial fair play, klub-klub bisa dihindarkan dari jor-joran yang akhirnya malah menjerumuskan mereka sendiri. Pria yang karib disapa Widja ini menambahkan, ada beberapa hal bentuk financial fair play.
Pertama, bisa jadi kita usulkan adanya salary cap. Atau, kita usulkan juga misalnya pengeluaran untuk gaji pemain tak boleh lebih dari 60% anggaran mereka satu musim, ujar Widja pada .
Sebelumnya, awal musim lalu, usulan ini, terutama salary cap, sempat menimbulkan pro kontra, baik di kalangan klub maupun pemain. Bagi yang mendukung, usulan ini bisa jadi bakal membuat klub-klub lebih hemat dalam pengeluaran. Sementara, yang kontra beranggapan dengan diterapkannya salary cap, pemain akan menjadi pihak yang dirugikan.
Selain salary cap, musim lalu, LPIS juga menggagas adanya dana garansi yang ditaruh di rekening bersama. Dana ini merupakan wujud kesiapan finansial tim-tim peserta kompetisi untuk mengikuti kompetisi sampai akhir.
Namun, sama seperti salary cap, ide ini juga tak terwujud. Klub-klub peserta rata-rata menolak ide ini.
Mereka rata-rata sadar bahwa cashflow klub mereka belum sanggup untuk itu. Ini patut disayangkan. Padahal, apabila hal tersebut terwujud, bunga dari simpanan dana ini bisa membantu klub-klub yang mengalami krisis keuangan, tutur pria kelahiran 23 Februari 1970 itu.
Meski musim lalu ide-ide penerapan financial fair play batal diwujudkan, Widja menegaskan bahwa musim ini dia bakal kembali melontarkan usulan tersebut. Kita ingin klub-klub itu tidak kembali terkena masalah keuangan, seperti musim lalu, dia menandaskan. (den/dzi)
Menurut CEO PT. LPIS, , dengan adanya financial fair play, klub-klub bisa dihindarkan dari jor-joran yang akhirnya malah menjerumuskan mereka sendiri. Pria yang karib disapa Widja ini menambahkan, ada beberapa hal bentuk financial fair play.
Pertama, bisa jadi kita usulkan adanya salary cap. Atau, kita usulkan juga misalnya pengeluaran untuk gaji pemain tak boleh lebih dari 60% anggaran mereka satu musim, ujar Widja pada .
Sebelumnya, awal musim lalu, usulan ini, terutama salary cap, sempat menimbulkan pro kontra, baik di kalangan klub maupun pemain. Bagi yang mendukung, usulan ini bisa jadi bakal membuat klub-klub lebih hemat dalam pengeluaran. Sementara, yang kontra beranggapan dengan diterapkannya salary cap, pemain akan menjadi pihak yang dirugikan.
Selain salary cap, musim lalu, LPIS juga menggagas adanya dana garansi yang ditaruh di rekening bersama. Dana ini merupakan wujud kesiapan finansial tim-tim peserta kompetisi untuk mengikuti kompetisi sampai akhir.
Namun, sama seperti salary cap, ide ini juga tak terwujud. Klub-klub peserta rata-rata menolak ide ini.
Mereka rata-rata sadar bahwa cashflow klub mereka belum sanggup untuk itu. Ini patut disayangkan. Padahal, apabila hal tersebut terwujud, bunga dari simpanan dana ini bisa membantu klub-klub yang mengalami krisis keuangan, tutur pria kelahiran 23 Februari 1970 itu.
Meski musim lalu ide-ide penerapan financial fair play batal diwujudkan, Widja menegaskan bahwa musim ini dia bakal kembali melontarkan usulan tersebut. Kita ingin klub-klub itu tidak kembali terkena masalah keuangan, seperti musim lalu, dia menandaskan. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden La Liga Dukung Premier League Hukum Manchester City
Liga Inggris 3 Maret 2023, 02:25
-
Josep Guardiola Ngotot Manchester City Tidak Bersalah
Liga Inggris 11 Februari 2023, 03:11
-
Puyeng! Barcelona Diwajibkan Pangkas Tagihan Gaji Pemain Sebesar 200 Juta Euro
Liga Spanyol 10 Februari 2023, 18:20
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




