'Masalah Dualisme Persebaya, Pakde Karwo Harus Belajar Lagi'
Editor Bolanet | 14 April 2015 19:23
- Pernyataan Gubernur Jatim Soekarwo tentang tak lolosnya Persebaya -dan juga Arema Cronus- dari verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memantik reaksi keras. Koordinator Arekbonek 1927, Andi Peci meminta Pakde Karwo -panggilan karib Soekarwo- untuk belajar lagi.
Pahami sejarah dualisme Persebaya, ujar Andi.
Jangan ujug-ujug ngomong soal Persebaya, tegasnya.
Lebih lanjut, menurut Andi, Pakde Karwo seharusnya tunduk dan patuh pada putusan Menpora dan BOPI ihwal verifikasi klub-klub peserta QNB League 2015. Pasalnya, mereka adalah lembaga negara yang mengatur tentang olahraga profesional.
Apa yang dilakukan Menpora melalui BOPI hanya memenuhi lima aspek syarat klub profesional seperti yang digariskan fifa dan afc, paparnya.
Apa Pakde Karwo mau menanggung pajak dan gaji pemain dari klub klub yang bermasalah? tukas Andi.
Sebelumnya, Pakde Karwo mengaku berencana menyurati Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Presiden Jokowi terkait penghentian Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya yang dicekal tampil di kompetisi QNB League atau Indonesia Super League (ISL) 2015 karena masalah legalitas administratif. Hal itu dilakukan Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo, karena keputusan Menpora itu bisa memicu kemarahan suporter kedua klub. (den/dzi)
Pahami sejarah dualisme Persebaya, ujar Andi.
Jangan ujug-ujug ngomong soal Persebaya, tegasnya.
Lebih lanjut, menurut Andi, Pakde Karwo seharusnya tunduk dan patuh pada putusan Menpora dan BOPI ihwal verifikasi klub-klub peserta QNB League 2015. Pasalnya, mereka adalah lembaga negara yang mengatur tentang olahraga profesional.
Apa yang dilakukan Menpora melalui BOPI hanya memenuhi lima aspek syarat klub profesional seperti yang digariskan fifa dan afc, paparnya.
Apa Pakde Karwo mau menanggung pajak dan gaji pemain dari klub klub yang bermasalah? tukas Andi.
Sebelumnya, Pakde Karwo mengaku berencana menyurati Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Presiden Jokowi terkait penghentian Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya yang dicekal tampil di kompetisi QNB League atau Indonesia Super League (ISL) 2015 karena masalah legalitas administratif. Hal itu dilakukan Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo, karena keputusan Menpora itu bisa memicu kemarahan suporter kedua klub. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persik 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 17:27
LATEST UPDATE
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











