"Negara Saja Berhutang, Apalagi ISL"
Editor Bolanet | 6 Februari 2013 07:07
- Manajer Dafonsoro, Iwan Nazarudin, mengaku lega setelah mengetahui kepastian kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013, tidak jadi dihentikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Hal tersebut, diketahui Iwan usai mendapatkan jawaban langsung dari Menpora Roy Suryo Notodiprojo, di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2) malam. Iwan hadir tidak sendirian, melainkan bersama 18 klub kontestan ISL musim 2012/2013, yang menggeruduk kantor Menpora.
Di antaranya klub ISL yang hadir, yakni Sriwijaya FC, Persisam Samarinda, Persipura Jayapura, dan Persiba Balikpapan. Selain itu, Ketua Umum Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), La Nyalla Mahmud Mattalitti dan Komite Eksekutif (Exco) Erwin Dwi Budiawan, Tonny Aprilani serta Sekretris Sefdin Syaifudin.
Tidak mudah membubarkan kompetisi ISL. Sebab, banyak mekanisme yang harus dilalui. Apalagi, ISL hanya bisa dibubarkan melalui Kongres, terangnya.
Persoalan penunggakan gaji yang dilakukan sebagian besar klub-klub ISL, dikatakannya lagi, tidak bisa dijadikan patokan utama untuk menghentikan pelaksanaan kompetisi kasta teratas yang dioperatori PT Liga Indonesia (PT LI) tersebut.
Apalagi, diterangkannya, kini sudah ada solusi nyata terkait pelunasan penunggakan gaji, yakni subsidi dari PT LI dan dana sponsor yang diperoleh klub.
Negara saja berhutang, apalagi klub ISL. Sehingga, tidak perlu mencari kambing hitam. Seharusnya, kita sama-sama menghargai upaya klub-klub ISL dan PT LI yang tengah melunasi pembayaran gaji pemain dan tim pelatih, imbuhnya.
Dari data yang dirilis Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Persidafon termasuk salah satu klub yang bermasalah soal finansial. Sehingga, tidak mampu membayar gaji pemain dan tim pelatihnya. Selain Persidafon, klub ISL yang menunggak gaji pemain dan tim pelatih yakni PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo dan Arema serta Persija Jakarta.
Kalau benar ISL akan dibubarkan, kami akan melakukan protes besar-besaran kepada pemerintah. Sebab, kompetisi ISL melibatkan hajat hidup orang banyak, seperti pemain, pelatih, suporter, pengurus dan sponsor, pungkasnya. (esa/dzi)
Hal tersebut, diketahui Iwan usai mendapatkan jawaban langsung dari Menpora Roy Suryo Notodiprojo, di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2) malam. Iwan hadir tidak sendirian, melainkan bersama 18 klub kontestan ISL musim 2012/2013, yang menggeruduk kantor Menpora.
Di antaranya klub ISL yang hadir, yakni Sriwijaya FC, Persisam Samarinda, Persipura Jayapura, dan Persiba Balikpapan. Selain itu, Ketua Umum Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), La Nyalla Mahmud Mattalitti dan Komite Eksekutif (Exco) Erwin Dwi Budiawan, Tonny Aprilani serta Sekretris Sefdin Syaifudin.
Tidak mudah membubarkan kompetisi ISL. Sebab, banyak mekanisme yang harus dilalui. Apalagi, ISL hanya bisa dibubarkan melalui Kongres, terangnya.
Persoalan penunggakan gaji yang dilakukan sebagian besar klub-klub ISL, dikatakannya lagi, tidak bisa dijadikan patokan utama untuk menghentikan pelaksanaan kompetisi kasta teratas yang dioperatori PT Liga Indonesia (PT LI) tersebut.
Apalagi, diterangkannya, kini sudah ada solusi nyata terkait pelunasan penunggakan gaji, yakni subsidi dari PT LI dan dana sponsor yang diperoleh klub.
Negara saja berhutang, apalagi klub ISL. Sehingga, tidak perlu mencari kambing hitam. Seharusnya, kita sama-sama menghargai upaya klub-klub ISL dan PT LI yang tengah melunasi pembayaran gaji pemain dan tim pelatih, imbuhnya.
Dari data yang dirilis Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Persidafon termasuk salah satu klub yang bermasalah soal finansial. Sehingga, tidak mampu membayar gaji pemain dan tim pelatihnya. Selain Persidafon, klub ISL yang menunggak gaji pemain dan tim pelatih yakni PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo dan Arema serta Persija Jakarta.
Kalau benar ISL akan dibubarkan, kami akan melakukan protes besar-besaran kepada pemerintah. Sebab, kompetisi ISL melibatkan hajat hidup orang banyak, seperti pemain, pelatih, suporter, pengurus dan sponsor, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persipura Batal Gelar TC di Batu
Bola Indonesia 18 Januari 2017, 14:20
-
Playmaker Asing Jadi Prioritas Transfer Persib
Bola Indonesia 18 Januari 2017, 10:16
-
Cari Pengganti Basna, Persib Lirik Pemain Lokal
Bola Indonesia 17 Januari 2017, 14:02 -
Persegres Sudah Tentukan Pengganti In-Kyun
Bola Indonesia 16 Januari 2017, 09:38
-
McMenemy Segera Pimpin Latihan Bhayangkara FC
Bola Indonesia 13 Januari 2017, 19:25
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





