Pencalonan Ketum PSSI, Ketum BASRI Tunggu Bisikan Malaikat
Editor Bolanet | 20 Januari 2015 20:10
- Batas akhir pendaftaran pencalonan Ketua Umum (Ketum) dan Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2015-2019, bakal ditutup Rabu (21/1). Pemilihan tersebut, nantinya akan digelar dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4).
Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri), Eddy Sofyan, mengaku masih mengukur peluang untuk melakukan pendaftaran. Hanya saja ditegaskan Eddy, sepak bola sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.
Keputusan saya mencalonkan sebagai Ketum atau Exco, rasanya baru bisa disampaikan nanti malam. Saya tunggu adanya bisikan malaikat dulu, katanya.
Kadang-kadang, terbersit tantangan ingin berbuat sesuatu untuk sepak bola nasional. Tantangan, dimaksud untuk lebih baik. Kalau selama ini PSSI belum masuk final Piala Asia, itukan tantangan, imbuhnya.
Jika terpilih menjadi Ketum, dilanjutkan Eddy, hal utama yang bakal dikerjakan yakni memaksimalkan pembinaan usia dini dan mendorong daerah-daerah untuk membangun banyak sarana dan prasarana. Dengan demikian, banyak menghasilkan pemain berkualitas.
Selain itu, jangan pikir Piala Dunia dulu. Kita bicara di level Asia saja. Sebab, itu prosesnya dan harus dilalui. Kalau kita bermimpi, maka yang realistis saja, tuturnya (esa/dzi)
Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri), Eddy Sofyan, mengaku masih mengukur peluang untuk melakukan pendaftaran. Hanya saja ditegaskan Eddy, sepak bola sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.
Keputusan saya mencalonkan sebagai Ketum atau Exco, rasanya baru bisa disampaikan nanti malam. Saya tunggu adanya bisikan malaikat dulu, katanya.
Kadang-kadang, terbersit tantangan ingin berbuat sesuatu untuk sepak bola nasional. Tantangan, dimaksud untuk lebih baik. Kalau selama ini PSSI belum masuk final Piala Asia, itukan tantangan, imbuhnya.
Jika terpilih menjadi Ketum, dilanjutkan Eddy, hal utama yang bakal dikerjakan yakni memaksimalkan pembinaan usia dini dan mendorong daerah-daerah untuk membangun banyak sarana dan prasarana. Dengan demikian, banyak menghasilkan pemain berkualitas.
Selain itu, jangan pikir Piala Dunia dulu. Kita bicara di level Asia saja. Sebab, itu prosesnya dan harus dilalui. Kalau kita bermimpi, maka yang realistis saja, tuturnya (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asunya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
-
Wonderkid MU Ini Kaget Tiba-tiba Diminta Main di Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 7 Juni 2026, 05:20
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














