Pendaftaran Ketum dan Exco Sepi, Nugraha Besoes Kritik PSSI
Editor Bolanet | 20 Januari 2015 18:18
- Pendaftaran pencalonan Ketua Umum (Ketum) dan Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2015-2019, terbilang sangat sepi.
Alhasil, persaingan di posisi Ketua Umum masih ada dua nama. Masing-masing yakni, Djohar Arifin Husin selaku Ketua Umum PSSI dan La Nyalla Mahmud Matalitti sebagai Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN).
Padahal, batas akhir pendaftaran hanya menyisakan satu hari lagi atau ditutup pada Rabu (21/1). Pemilihan tersebut, nantinya akan digelar dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4).
Saya menilai, sosialisasinya sangat kurang. Saya tidak melihat PSSI aktif dalam menyampaikan hal tersebut kepada publik. Terbukti, pendaftaran sepi dan adem ayem. Bukan masyarakat enggan, tapi karena mereka tidak tahu, terang mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Nugraha Besoes.
Hal tersebut, mencerminkan PSSI seakan tidak terbuka. Seharusnya, PSSI benar-benar mempublikasikannya dengan aktif, imbuh sosok yang menjabat sebagai Sekjen PSSI selama 30 tahun tersebut (1981 sampai 2012).
Lebih jauh dikatakannya, tidak sedikitpun terlintas untuk menempati salah satu posisi tersebut. Sebab diterangkannya, mengurus sepak bola tidak mudah dan perlu diisi figur-figur yang berkompeten.
Saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan sepak bola dan organisasinya. Karena itu, saya menyadari kapasitas saya, tutupnya. (esa/dzi)
Alhasil, persaingan di posisi Ketua Umum masih ada dua nama. Masing-masing yakni, Djohar Arifin Husin selaku Ketua Umum PSSI dan La Nyalla Mahmud Matalitti sebagai Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN).
Padahal, batas akhir pendaftaran hanya menyisakan satu hari lagi atau ditutup pada Rabu (21/1). Pemilihan tersebut, nantinya akan digelar dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4).
Saya menilai, sosialisasinya sangat kurang. Saya tidak melihat PSSI aktif dalam menyampaikan hal tersebut kepada publik. Terbukti, pendaftaran sepi dan adem ayem. Bukan masyarakat enggan, tapi karena mereka tidak tahu, terang mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Nugraha Besoes.
Hal tersebut, mencerminkan PSSI seakan tidak terbuka. Seharusnya, PSSI benar-benar mempublikasikannya dengan aktif, imbuh sosok yang menjabat sebagai Sekjen PSSI selama 30 tahun tersebut (1981 sampai 2012).
Lebih jauh dikatakannya, tidak sedikitpun terlintas untuk menempati salah satu posisi tersebut. Sebab diterangkannya, mengurus sepak bola tidak mudah dan perlu diisi figur-figur yang berkompeten.
Saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan sepak bola dan organisasinya. Karena itu, saya menyadari kapasitas saya, tutupnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
















