Penuhi Kriteria Klub Pro, Persepar Benahi Stadion Tuah Pahoe
Editor Bolanet | 20 Juni 2012 09:40
- Persepar Palangkaraya terus bersolek untuk menyambut bakal tampilnya mereka di kasta tertinggi kompetisi musim depan.
Salah satu yang dibenahi oleh Laskar Isen Mulang, adalah Stadion Tuah Pahoe, markas mereka. Saat ini, stadion yang terletak di KM 5 Palangkaraya-Sampit tersebut sekilas mata tak layak sebagai markas klub yang berlaga di kasta tertinggi.
Ilalang tumbuh liar, cat bangunan stadion kusam dan tribun VIP sempit. Selain itu, juga tidak ada lampu penerangan yang membuat stadion ini tidak bisa menggelar pertandingan di malam hari.
Kekurangan yang paling mencolok dari stadion ini adalah kurangnya tribun bagi penonton. Alhasil, stadion berkapasitas 7 ribu orang nampak kesulitan menampung animo pecinta sepak bola Palangkaraya.
Bahkan, dalam pertandingan eksibisi antara Persepar melawan Timnas Selection, di sela-sela Kongres Tahunan PSSI beberapa waktu lalu, penonton sampai harus duduk di sentelban. Semua ini karena tribun yang tersedia tak muat lagi menampung mereka.
Media Officer Persepar, Sigit Wido mengatakan, rehabilitasi Tuah Pahoe dilaksanakan secara bertahap. Pasalnya, banyak hal yang akan dilakukan dalam rehabilitasi tersebut.
Kami akan melakukan penambahan atap di tribun ekonomi, melakukan rehabilitasi tribun VIP, menambah ruang untuk jumpa pers, membenahi ruang ganti pemain, wasit dan kesehatan, ungkap Sigit.
Kami juga memasang lampu untuk penerangan sehingga bisa dipakai bertanding di malam hari. Rumput juga akan dibenahi.
Yang paling penting, sambung Sigit, adalah akan adanya penambahan kapasitas stadion tersebut. Setelah rehab selesai, stadion itu diharapkan akan mampu menampung 10 ribu penonton. Hal ini dimungkinkan karena kita akan membangun tambahan tribun penonton.
Bagi Persepar, rehabilitasi Stadion Tuah Pahoe juga merupakan upaya untuk mendapat lisensi klub profesional dari AFC. Dengan mendapatkan lisensi ini, langkah mereka tampil di kasta tertinggi kompetisi bakal makin mulus, meski misalnya skenario kocok ulang terjadi. (den/end)
Salah satu yang dibenahi oleh Laskar Isen Mulang, adalah Stadion Tuah Pahoe, markas mereka. Saat ini, stadion yang terletak di KM 5 Palangkaraya-Sampit tersebut sekilas mata tak layak sebagai markas klub yang berlaga di kasta tertinggi.
Ilalang tumbuh liar, cat bangunan stadion kusam dan tribun VIP sempit. Selain itu, juga tidak ada lampu penerangan yang membuat stadion ini tidak bisa menggelar pertandingan di malam hari.
Kekurangan yang paling mencolok dari stadion ini adalah kurangnya tribun bagi penonton. Alhasil, stadion berkapasitas 7 ribu orang nampak kesulitan menampung animo pecinta sepak bola Palangkaraya.
Bahkan, dalam pertandingan eksibisi antara Persepar melawan Timnas Selection, di sela-sela Kongres Tahunan PSSI beberapa waktu lalu, penonton sampai harus duduk di sentelban. Semua ini karena tribun yang tersedia tak muat lagi menampung mereka.
Media Officer Persepar, Sigit Wido mengatakan, rehabilitasi Tuah Pahoe dilaksanakan secara bertahap. Pasalnya, banyak hal yang akan dilakukan dalam rehabilitasi tersebut.
Kami akan melakukan penambahan atap di tribun ekonomi, melakukan rehabilitasi tribun VIP, menambah ruang untuk jumpa pers, membenahi ruang ganti pemain, wasit dan kesehatan, ungkap Sigit.
Kami juga memasang lampu untuk penerangan sehingga bisa dipakai bertanding di malam hari. Rumput juga akan dibenahi.
Yang paling penting, sambung Sigit, adalah akan adanya penambahan kapasitas stadion tersebut. Setelah rehab selesai, stadion itu diharapkan akan mampu menampung 10 ribu penonton. Hal ini dimungkinkan karena kita akan membangun tambahan tribun penonton.
Bagi Persepar, rehabilitasi Stadion Tuah Pahoe juga merupakan upaya untuk mendapat lisensi klub profesional dari AFC. Dengan mendapatkan lisensi ini, langkah mereka tampil di kasta tertinggi kompetisi bakal makin mulus, meski misalnya skenario kocok ulang terjadi. (den/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantap! Indosiar, SCTV dan Vidio Siarkan FIFA Series 2026 Indonesia, Catat Tanggalnya!
Tim Nasional 26 Februari 2026, 09:19
LATEST UPDATE
-
Stok Bek Kiri Timnas Indonesia Melimpah, John Herdman Punya Banyak Opsi
Tim Nasional 1 April 2026, 21:42
-
Final Four Proliga 2026 Memasuki Fase Krusial
Voli 1 April 2026, 19:28
-
Lewandowski hingga Donnarumma, 6 Bintang Top Absen di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 April 2026, 19:28
LATEST EDITORIAL
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45

















