Perangi Rasisme dan Match Fixing, PSSI Siapkan Sanksi
Editor Bolanet | 5 Juni 2013 16:35
- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan tidak akan setengah-setengah dalam upaya memerangi rasisme.
Dengan begitu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, berharap supaya olahraga yang banyak diminati tersebut, terbebas dari kepentingan politik, agama atau warna kulit serta suku.
Sehingga, jika suporter melakukan tindakan rasis, maka yang dipastikan menanggung akibatnya adalah pihak klub. Terkait pemberian sanksi, Djohar menerangkan, semuanya akan ditangani Komisi Disiplin PSSI.
Kami ingin kompetisi nasional benar-benar bisa dinikmati masyarakat. Sepakbola harus bisa melampaui batas-batas politik, agama, suku dan warna. Terutama, di benua yang berbeda seperti Asia, dan ikut mempromosikan nilai-nilai sosial dalam masyarakat, ujar Djohar.
Bahkan, hal tersebut sudah diterapkan dengan direvisinya Statuta PSSI. Sehingga, PSSI zero tolerance terhadap para pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran. Rasisme yang sudah merebak di Eropa, tidak boleh terjadi di Indonesia. Kami akan melindungi pemain, wasit, manajemen dan ofisial tim, sambungnya.
Semula, diceritakan Djohar, proposal perubahan Statuta tersebut disetujui FIFA dalam Kongres FIFA ke-63, secara aklamasi disetujui oleh konfederasi sepak bola Asia (AFC). Kesepakatan tersebut, dicapai dalam forum AFC confederation meeting yang digelar di Intercontinental Hotel Mauritius, Rabu (29/5) siang waktu setempat.
Semua delegasi yang hadir menerima usulan perubahan Statuta tersebut. Kami menyatakan perang dan akan memberantas rasis dan match fixing (pengaturan skor), tuturnya.
Pada pertemuan tersebut, dipimpin langsung Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim al-Khalifa. Selain itu, dihadiri lima Wakil Presiden AFC dan semua anggota eksekutif AFC, Presiden FIFA Joseph Sepp Blatter. Sedangkan delegasi Indonesia, dihadiri Djohar Arifin Husin, Sekjen Hadiyandra dan Bendahara Husni Hasibuan. (esa/dzi)
Dengan begitu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, berharap supaya olahraga yang banyak diminati tersebut, terbebas dari kepentingan politik, agama atau warna kulit serta suku.
Sehingga, jika suporter melakukan tindakan rasis, maka yang dipastikan menanggung akibatnya adalah pihak klub. Terkait pemberian sanksi, Djohar menerangkan, semuanya akan ditangani Komisi Disiplin PSSI.
Kami ingin kompetisi nasional benar-benar bisa dinikmati masyarakat. Sepakbola harus bisa melampaui batas-batas politik, agama, suku dan warna. Terutama, di benua yang berbeda seperti Asia, dan ikut mempromosikan nilai-nilai sosial dalam masyarakat, ujar Djohar.
Bahkan, hal tersebut sudah diterapkan dengan direvisinya Statuta PSSI. Sehingga, PSSI zero tolerance terhadap para pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran. Rasisme yang sudah merebak di Eropa, tidak boleh terjadi di Indonesia. Kami akan melindungi pemain, wasit, manajemen dan ofisial tim, sambungnya.
Semula, diceritakan Djohar, proposal perubahan Statuta tersebut disetujui FIFA dalam Kongres FIFA ke-63, secara aklamasi disetujui oleh konfederasi sepak bola Asia (AFC). Kesepakatan tersebut, dicapai dalam forum AFC confederation meeting yang digelar di Intercontinental Hotel Mauritius, Rabu (29/5) siang waktu setempat.
Semua delegasi yang hadir menerima usulan perubahan Statuta tersebut. Kami menyatakan perang dan akan memberantas rasis dan match fixing (pengaturan skor), tuturnya.
Pada pertemuan tersebut, dipimpin langsung Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim al-Khalifa. Selain itu, dihadiri lima Wakil Presiden AFC dan semua anggota eksekutif AFC, Presiden FIFA Joseph Sepp Blatter. Sedangkan delegasi Indonesia, dihadiri Djohar Arifin Husin, Sekjen Hadiyandra dan Bendahara Husni Hasibuan. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






