Permainan Defensif Persibo Imbas Krisis Finansial
Editor Bolanet | 6 Juni 2012 19:52
- Permainan defensif yang dipertontonkan Persibo Bojonegoro kala dijamu Arema Indonesia IPL dalam laga Piala Indonesia, Rabu (06/06) tak lepas dari krisis finansial yang menimpa tim tersebut.
Menurut Pelatih Persibo, Paolo Camargo, krisis finansial yang menjangkiti tim itu, membuat dirinya tidak bisa mempersiapkan tim dengan baik. Kami hanya bisa melakukan latihan sekali sehari, dari jadwal sebelumnya yang sekali dua hari, ungkap pelatih asal Brasil itu dalam acara konferensi pers usai laga di Stadion Gajayana Malang tersebut.
Alhasil, sambung Camargo, kondisi anak asuhnya tidak berada dalam kondisi optimal. Padahal, dia menambahkan, Arema adalah tim yang hebat. Dengan kondisi seperti ini, saya harus berpikir bagaimana caranya kami bisa menahan Arema, ujar dia.
Namun demikian, mantan pelatih Tangerang Wolves ini menampik bahwa anak asuhnya hanya bertahan demi memaksakan hasil imbang.
Di babak pertama, kami memang mengatur tempo untuk menahan mereka. Sementara di babak kedua, saya menginstruksikan anak-anak untuk bermain lebih terbuka. Terbukti ada beberapa peluang yang kami dapatkan, dia menegaskan. Yang jelas, saat ini peluang kedua tim masih sama besar. Namun, di leg kedua, peluang kami sedikit lebih terbuka karena kami bakal bertindak sebagai tuan rumah. (den/dzi)
Menurut Pelatih Persibo, Paolo Camargo, krisis finansial yang menjangkiti tim itu, membuat dirinya tidak bisa mempersiapkan tim dengan baik. Kami hanya bisa melakukan latihan sekali sehari, dari jadwal sebelumnya yang sekali dua hari, ungkap pelatih asal Brasil itu dalam acara konferensi pers usai laga di Stadion Gajayana Malang tersebut.
Alhasil, sambung Camargo, kondisi anak asuhnya tidak berada dalam kondisi optimal. Padahal, dia menambahkan, Arema adalah tim yang hebat. Dengan kondisi seperti ini, saya harus berpikir bagaimana caranya kami bisa menahan Arema, ujar dia.
Namun demikian, mantan pelatih Tangerang Wolves ini menampik bahwa anak asuhnya hanya bertahan demi memaksakan hasil imbang.
Di babak pertama, kami memang mengatur tempo untuk menahan mereka. Sementara di babak kedua, saya menginstruksikan anak-anak untuk bermain lebih terbuka. Terbukti ada beberapa peluang yang kami dapatkan, dia menegaskan. Yang jelas, saat ini peluang kedua tim masih sama besar. Namun, di leg kedua, peluang kami sedikit lebih terbuka karena kami bakal bertindak sebagai tuan rumah. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19

















