Persema Tolak Hadiri Kongres PSSI

Editor Bolanet | 1 April 2011 16:23
Persema Tolak Hadiri Kongres PSSI
Persema
- Ketua Umum Peni Suparto secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menghadiri Kongres PSSI yang dijadwalkan tanggal 29 April di Surabaya.

"Kalau PSSI itu ilegal, apalagi keberadaannya sekarang juga sudah dibekukan oleh pemerintah, masak saya harus hadir dan mengikuti kongres yang ilegal seperti itu," tegas Peni usai upacara HUT ke-97 Kota Malang di balai kota setempat, Jumat.

Menurut dia, statuta FIFA dengan jelas menyebutkan bahwa seorang narapidana dan eks narapidana tidak boleh mencalonkan sebagai ketua PSSI, sehingga posisi Nurdin Halid yang menjabat sebagai ketua PSSI tersebut menyalahi statuta FIFA dan ilegal.

Oleh karena itu, tegas Peni, selama ini Nurdin Halid bersama kroni-kroninya di PSSI juga telah melakukan kebohongan publik. Karena kondisi itu, lanjutnya, Persema tidak akan datang dalam kongres PSSI 29 April mendatang di Surabaya.

Selain itu, tegas Peni, dirinya sebagai aparat pemerintahan juga mematuhi instruksi dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) yang membekukan dan tidak mengakui PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid.

Hanya saja ketika pra-kongres PSSI yang digelar di Bali beberapa waktu lalu, Persema yang diwakili oleh Media Officer, Asmuri, juga tetap datang.

Menyinggung anggaran PSSI Kota Malang setelah PSSI di pusat dibekukan oleh pemerintah, Peni mengaku tidak ada anggaran dalam APBD yang menyebutkan secara khusus pos anggaran PSSI Kota Malang.

Bahkan ketika didesak dengan adanya kemungkinan pengalihan anggaran untuk PSSI Kota Malang, Peni memilih mengalihkan materi wawancara dan menyudahi wawancara dengan wartawan dengan alasan masih banyak tamu yang menunggu dirinya di ruang kerjanya.

Dalam APBD Kota Malang 2010 maupun 2011 memang tidak ada pos anggaran yang menyebutkan secara spesifik untuk PSSI. Anggaran untuk olahraga seluruhnya masuk pos dana hibah KONI sebesar Rp20 miliar.

Dana hibah sebesar Rp20 miliar tersebut peruntukannya sebagian besar untuk membiayai kompetisi Persema yang mencapai hampir Rp15 miliar. Namun, setelah Persema hengkang dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dan bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI), dana untuk Persema akan dialihkan untuk kebutuhan lain yang masih berhubungan dengan sepak bola.

Belum lama ini Peni mengatakan, anggaran untuk Persema dari hibah KONI sebesar Rp15 miliar itu akan digunakan untuk membangun stadion yang memadai di setiap kecamatan. (ant/cax)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE