Persib Bandung Menuju Tangga Juara BRI Super League: Menanti Pecahnya Tiga Rekor Fantastis di GBLA

Afdholud Dzikry | 21 Mei 2026 16:11
Persib Bandung Menuju Tangga Juara BRI Super League: Menanti Pecahnya Tiga Rekor Fantastis di GBLA
Para pemain Persib Bandung merayakan gol Patricio Matricardi pada laga lawan PSIM Yogyakarta di pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persib

Bola.net - Persib Bandung berada di ambang sejarah saat memasuki laga pamungkas BRI Super League 2025/2026. Konsistensi sepanjang musim menempatkan mereka di puncak klasemen dengan peluang besar mengunci gelar. Kini, satu pertandingan tersisa akan menentukan apakah Maung Bandung benar-benar menutup musim dengan mahkota juara.

Laga penentuan itu akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5/2026) akhir pekan nanti. Dukungan ribuan Bobotoh diperkirakan menjadi dorongan penting bagi skuad asuhan Bojan Hodak.

Advertisement

Marc Klok dan rekan-rekan hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Persijap Jepara untuk memastikan gelar. Satu poin sudah cukup untuk menjaga posisi mereka dari kejaran pesaing terdekat.

Jika mampu memaksimalkan laga kandang, Persib tidak hanya merayakan gelar, tetapi juga membuka peluang lahirnya rekor baru. Musim ini berpotensi menjadi salah satu yang paling bersejarah dalam perjalanan klub di sepak bola Indonesia.

1 dari 3 halaman

Lonjakan Poin Tertinggi Sepanjang Sejarah

Lonjakan Poin Tertinggi Sepanjang Sejarah

Para pemain Persib Bandung dapat dukungan dari Bobotoh pada sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (c) Dok. Persib

Persib berpeluang mencatatkan rekor poin tertinggi sepanjang sejarah kompetisi domestik. Hingga saat ini, mereka sudah mengumpulkan 78 poin dari 33 pertandingan.

Jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 81 poin jika Persib mengalahkan Persijap Jepara. Catatan itu melampaui capaian musim sebelumnya, termasuk ketika mereka menutup musim 2024/2025 dengan 69 poin.

Pada musim 2023/2024, Persib menjadi juara dengan 62 poin dalam format Championship Series. Namun, sistem kompetisi saat itu berbeda dengan musim berjalan.

Jika ditarik lebih jauh, raihan musim ini juga melampaui era Liga Indonesia awal ketika Persib meraih 69 poin. Saat itu, kompetisi masih menggunakan format wilayah sebelum masuk fase penentuan juara.

2 dari 3 halaman

Keangkeran Stadion GBLA Musim Ini

Keangkeran Stadion GBLA Musim Ini

Selebrasi pemain Persib Bandung saat melawan Bali United di lanjutan BRI Super League. (c) dok.Persib

Selain rekor poin, Persib juga menunjukkan dominasi luar biasa di kandang sendiri. Mereka belum terkalahkan dalam 16 laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Dari jumlah tersebut, Persib mencatat 15 kemenangan dan hanya sekali imbang. Lawan-lawannya hampir selalu kesulitan membawa pulang poin dari Bandung.

Satu-satunya tim yang mampu menahan imbang Persib adalah Arema FC pada pekan ke-29. Hasil itu menjadi pengecualian di tengah dominasi penuh tuan rumah.

Jika Persib kembali menang atas Persijap Jepara, mereka akan menutup musim tanpa kekalahan kandang. Status itu akan mempertegas GBLA sebagai benteng yang sulit ditembus sepanjang musim.

3 dari 3 halaman

Catatan Sejarah Tiga Gelar Beruntun

Catatan Sejarah Tiga Gelar Beruntun

Selebrasi Thom Haye (kanan) di laga Persib Bandung vs Persik Kediri di BRI Super League, Senin (09/03/2026). (c) Dok. Persib Bandung X

Lebih dari sekadar gelar, Persib memburu catatan bersejarah berupa tiga trofi beruntun. Jika sukses musim ini, mereka akan mencatatkan hattrick juara yang jarang terjadi di sepak bola nasional.

Persib sebelumnya menjuarai kompetisi pada musim 2023/2024, lalu mempertahankannya pada 2024/2025. Dua gelar beruntun itu menjadi bukti stabilitas performa tim dalam beberapa musim terakhir.

Jika kembali juara, Persib akan menjadi klub pertama yang meraih tiga gelar beruntun di era modern. Pencapaian itu akan menempatkan mereka di level tersendiri dalam sejarah kompetisi.

Dalam persaingan liga yang cenderung berubah setiap musim, rekor tersebut berpotensi bertahan lama. Karena itu, laga Sabtu nanti tidak hanya soal gelar, tetapi juga penentuan jejak sejarah Maung Bandung.

Sumber: Bola.com (M Faqih/Hendry W; 21/5/2026)