Persipasi Lalui Persiapan Dalam Kesunyian
Editor Bolanet | 4 April 2014 21:09
- Adanya dukungan suporter, sejatinya merupakan nafas bagi para punggawa sebuah klub. Termasuk, bagi Persipasi Bekasi yang bakal berlaga di kompetisi Divisi Utama musim ini.
Sayangnya, persiapan yang dilakukan di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Jakarta, justru membuat Laskar Patriot- julukan Persipasi Bekasi- tidak mendapatkan hal penting tersebut.
Skuad arahan Warta Kusuma tersebut, bisa dikatakan menjalani persiapan demi persiapan dalam kesunyian. Jauh dari sorak-sorai decak kagum suporter hingga pujian seputar apiknya kualitas permainan Stephen Nagbe Mennoch dan kawan-kawan.
Kami seakan terisolir dari para pendukung dan simpatisan-simpatisan. Seandainya ada lokasi lapangan yang representatif di Kota Bekasi, tentu masyarakat bisa menyaksikan dan memberikan dukungan secara langsung, kata Warta Kusuma.
Sepinya dukungan, pun tercermin ketika Stephen Nagbe Mennoch dan kawan-kawan melakoni laga uji coba kontra Perserang Serang (Divisi 1) di Halim Perdanakusuma, Jumat (4/4) petang. Meski mampu mencetak lima gol tanpa balas, tidak ada luapan kegembiraan yang bisa diekspresikan untuk berbagi. Utamanya, kepada para suporter yang menjadi tempat berbagi.
Hal yang sama, juga terjadi ketika Laskar Patriot kalah dari Villa 2000 dengan skor 0-1, dalam laga uji coba di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (2/4) petang.
Yang hadir barusan, hanya beberapa penonton yang merupakan tetangga di sekitar rumah saja saja. Kelompok suporter Persipasi, pun tidak nampak. Namun ketika kami beruji coba lawan Villa 2000, ada juga suporter seperti SoebeXs dan Patriot Mania yang hadir. Namun, jumlahnya memang sangat sedikit, ungkap mantan pemain tim nasional yang nyaris membawa Indonesia berkibar menuju Piala Dunia Mexico, pada 31 Mei-29 Juni 1986 tersebut.
Lebih jauh dikatakan pemegang Lisensi Pelatih Kepala A Nasional tersebut, lemahnya penyelesaian akhir mulai berkurang dalam laga uji coba menjamu Perserang. Itu dibuktikan, kata Warta, dengan lima gol yang berkualitas sangat bagus.
Gol-golnya memang berkelas. Itu bukan karena melawan tim yang levelnya berada satu tingkat di bawah kami. Melainkan, karena kami memang bermain bagus secara tim. Begitupun, ketika lawan Villa 2000. Ketika itu, kami hanya mampu menguasai jalannya pertandingan, namun sayangnya tidak mampu cetak gol, pungkas sosok kelahiran Kota Bekasi, Jawa Barat, 26 Oktober 1962 tersebut. (esa/dzi)
Sayangnya, persiapan yang dilakukan di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Jakarta, justru membuat Laskar Patriot- julukan Persipasi Bekasi- tidak mendapatkan hal penting tersebut.
Skuad arahan Warta Kusuma tersebut, bisa dikatakan menjalani persiapan demi persiapan dalam kesunyian. Jauh dari sorak-sorai decak kagum suporter hingga pujian seputar apiknya kualitas permainan Stephen Nagbe Mennoch dan kawan-kawan.
Kami seakan terisolir dari para pendukung dan simpatisan-simpatisan. Seandainya ada lokasi lapangan yang representatif di Kota Bekasi, tentu masyarakat bisa menyaksikan dan memberikan dukungan secara langsung, kata Warta Kusuma.
Sepinya dukungan, pun tercermin ketika Stephen Nagbe Mennoch dan kawan-kawan melakoni laga uji coba kontra Perserang Serang (Divisi 1) di Halim Perdanakusuma, Jumat (4/4) petang. Meski mampu mencetak lima gol tanpa balas, tidak ada luapan kegembiraan yang bisa diekspresikan untuk berbagi. Utamanya, kepada para suporter yang menjadi tempat berbagi.
Hal yang sama, juga terjadi ketika Laskar Patriot kalah dari Villa 2000 dengan skor 0-1, dalam laga uji coba di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (2/4) petang.
Yang hadir barusan, hanya beberapa penonton yang merupakan tetangga di sekitar rumah saja saja. Kelompok suporter Persipasi, pun tidak nampak. Namun ketika kami beruji coba lawan Villa 2000, ada juga suporter seperti SoebeXs dan Patriot Mania yang hadir. Namun, jumlahnya memang sangat sedikit, ungkap mantan pemain tim nasional yang nyaris membawa Indonesia berkibar menuju Piala Dunia Mexico, pada 31 Mei-29 Juni 1986 tersebut.
Lebih jauh dikatakan pemegang Lisensi Pelatih Kepala A Nasional tersebut, lemahnya penyelesaian akhir mulai berkurang dalam laga uji coba menjamu Perserang. Itu dibuktikan, kata Warta, dengan lima gol yang berkualitas sangat bagus.
Gol-golnya memang berkelas. Itu bukan karena melawan tim yang levelnya berada satu tingkat di bawah kami. Melainkan, karena kami memang bermain bagus secara tim. Begitupun, ketika lawan Villa 2000. Ketika itu, kami hanya mampu menguasai jalannya pertandingan, namun sayangnya tidak mampu cetak gol, pungkas sosok kelahiran Kota Bekasi, Jawa Barat, 26 Oktober 1962 tersebut. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persebaya 99 Persen Yakin Berkompetisi Lagi
Bola Indonesia 29 Desember 2016, 07:59
-
Arema Indonesia Segera Jajal Persipasi Bekasi
Bola Indonesia 27 September 2016, 18:48
-
Tujuh Klub Terhukum Minta Pemerintah Kawal Kongres PSSI
Bola Indonesia 26 September 2016, 20:35
-
Tolak Main di Liga Nusantara, Persebaya Minimal di Divisi Utama
Bola Indonesia 17 Agustus 2016, 08:06
-
Kesaksian Pelaku Sepakbola Gajah Ternyata Diskenariokan
Bola Indonesia 30 Juli 2015, 17:07
LATEST UPDATE
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









