Persitara PT LPIS Butuh Banyak Pembenahan
Editor Bolanet | 27 Januari 2012 03:15
- Persitara Jakarta Utara masih berkutat seputar persiapan dasar tim. Pasalnya, jelang laga lawan PSP Padang dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama musim 2011/2012 versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Stadion Tugu, Jakarta Utara, Sabtu (28/1), skuad tim Laskar Si Pitung- julukan Persitara- belum menunjukkan kemajuan.
Tak ayal, pelatih Persitara Izak J D Sahetapy, harus bekerja keras memadukan permainan anak asuhnya. Sejumlah pemain, diakuinya belum dapat memahami karakter masing-masing. Khususnya para pemain muda yang masih kesulitan beradaptasi dengan permainan para seniornya.
Dody- panggilan Izak J.D Sahetapy-mengatakan ada beberapa faktor yang membuat permainan skuad timnya belum solid. Di antaranya, karena proses pembentukan skuad tim Laskar si Pitung dilakukan dalam waktu singkat. Praktis, kurang dari 2 pekan sebelum kompetisi digelar, Persitara baru membentuk skuad tim.
Bahkan kompetisi sudah mulai, ada beberapa pemain yang baru bergabung, kata Dody kepada Bola.net.
Oleh karenanya, Dody menganggap wajar jika kalau ada beberapa pemain yang masih dalam proses adaptasi serta memahami karakter permainan pemain lainnya.
Konsekuensinya memang demikian. Ketika kompetisi sudah dimulai, kami masih berkutat dengan masalah seperti ini, tandasnya.
Semestinya, ketika kompetisi sudah bergulir, tim sudah jadi. Sehingga, skuad tim fokus dengan taktik dan strategi untuk meraih kemenangan di setiap laga.
Karena itu, kami harus bekerja cepat untuk membuat tim ini segera solid dan tidak numpang lewat saja, aku Dody.
Kata Dody lagi, memadukan permainan antara pemain muda dengan pemain senior, memang butuh waktu yang tidak sebentar. Sebab, kemampuan para pemain muda dengan pemain senior berpengalaman seperti Tantan cukup timpang. Akibatnya, performa Tantan sejauh ini belum terlihat.
Karena pemain muda belum mengerti bagaimana bermain dengan pemain berkarakter seperti Tantan, ucapnya.
Kalau sama-sama pemain berpengalaman, pasti sudah tahu, bola seperti apa yang harus diberikan pada Tantan, tambah Dody.
Sementara itu, Dody mengatakan, butuh waktu untuk dapat memadukan permainan timnya. Pemain muda harus banyak berlatih dan diberi kesempatan menambah jam terbangnya.
Karena itu, latihan untuk pemain muda kami lebih intensifkan, dibandingkan pemain senior, tuturnya.
Upaya Dody membentuk karakter permainan timnya, perlahan sudah mulai menuai hasil. Tapi, kata Dody, sejauh ini masih belum seratus persen. Meski begitu, Dody optimistis pasukannya mampu mengamankan tiga poin saat menjamu PSP Padang, nanti.
Kami harus optimis bisa memenangkan pertandingan tersebut, pungkasnya. (esa/rev)
Tak ayal, pelatih Persitara Izak J D Sahetapy, harus bekerja keras memadukan permainan anak asuhnya. Sejumlah pemain, diakuinya belum dapat memahami karakter masing-masing. Khususnya para pemain muda yang masih kesulitan beradaptasi dengan permainan para seniornya.
Dody- panggilan Izak J.D Sahetapy-mengatakan ada beberapa faktor yang membuat permainan skuad timnya belum solid. Di antaranya, karena proses pembentukan skuad tim Laskar si Pitung dilakukan dalam waktu singkat. Praktis, kurang dari 2 pekan sebelum kompetisi digelar, Persitara baru membentuk skuad tim.
Bahkan kompetisi sudah mulai, ada beberapa pemain yang baru bergabung, kata Dody kepada Bola.net.
Oleh karenanya, Dody menganggap wajar jika kalau ada beberapa pemain yang masih dalam proses adaptasi serta memahami karakter permainan pemain lainnya.
Konsekuensinya memang demikian. Ketika kompetisi sudah dimulai, kami masih berkutat dengan masalah seperti ini, tandasnya.
Semestinya, ketika kompetisi sudah bergulir, tim sudah jadi. Sehingga, skuad tim fokus dengan taktik dan strategi untuk meraih kemenangan di setiap laga.
Karena itu, kami harus bekerja cepat untuk membuat tim ini segera solid dan tidak numpang lewat saja, aku Dody.
Kata Dody lagi, memadukan permainan antara pemain muda dengan pemain senior, memang butuh waktu yang tidak sebentar. Sebab, kemampuan para pemain muda dengan pemain senior berpengalaman seperti Tantan cukup timpang. Akibatnya, performa Tantan sejauh ini belum terlihat.
Karena pemain muda belum mengerti bagaimana bermain dengan pemain berkarakter seperti Tantan, ucapnya.
Kalau sama-sama pemain berpengalaman, pasti sudah tahu, bola seperti apa yang harus diberikan pada Tantan, tambah Dody.
Sementara itu, Dody mengatakan, butuh waktu untuk dapat memadukan permainan timnya. Pemain muda harus banyak berlatih dan diberi kesempatan menambah jam terbangnya.
Karena itu, latihan untuk pemain muda kami lebih intensifkan, dibandingkan pemain senior, tuturnya.
Upaya Dody membentuk karakter permainan timnya, perlahan sudah mulai menuai hasil. Tapi, kata Dody, sejauh ini masih belum seratus persen. Meski begitu, Dody optimistis pasukannya mampu mengamankan tiga poin saat menjamu PSP Padang, nanti.
Kami harus optimis bisa memenangkan pertandingan tersebut, pungkasnya. (esa/rev)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Meksiko vs Ekuador
Piala Dunia 1 Juli 2026, 04:13
-
Erling Haaland dan Mimpi Besar Norwegia Menaklukkan Dunia
Piala Dunia 1 Juli 2026, 03:38
-
Pantai Gading dan Kekalahan yang Terasa Getir
Piala Dunia 1 Juli 2026, 03:18
-
Pantai Gading Harus Menerima Kenyataan Pahit
Piala Dunia 1 Juli 2026, 03:14
-
Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 Juli 2026, 03:01
-
Man of the Match Pantai Gading vs Norwegia: Erling Haaland
Piala Dunia 1 Juli 2026, 02:16
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Prancis vs Swedia
Piala Dunia 1 Juli 2026, 00:10
-
RESMI: AC Milan Datangkan Goncalo Ramos dari PSG
Liga Italia 30 Juni 2026, 21:20
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Pantai Gading vs Norwegia
Piala Dunia 30 Juni 2026, 20:43
-
2 Wajah Brasil saat Kalahkan Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 30 Juni 2026, 20:18
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41






