Petar Segrt Tidak Protes Keputusan Wasit Johandri
Editor Bolanet | 18 Mei 2012 02:26
- PSM Makassar memang berhasil menang 2-1 di leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia saat menjamu Arema FC di Stadion Andi Mattalatta, Rabu (16/5) malam. Tapi, PSM sempat kecewa dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol telat Arema.
Bermain di kandang sendiri, PSM sudah unggul 2-0 hingga memasuki menit ke-90 sebuah petaka terjadi. Berawal dari tendangan sudut, Putut menyambut bola dan menyundulnya masuk ke gawang.
Gol ini dinilai kontroversial oleh Andi Oddang dkk karena menganggap Putut terlebih dahulu melakukan pelanggaran dengan menahan dan menghalangi kiper Deny Marcel. Namun wasit Johandri mengesahkan gol tersebut dan disambut gembira pasukan Dejan Antonic. Maklum, gol tandang ini bisa menjadi modal mereka pada leg kedua yang akan digelar di Malang, 30 Mei mendatang.
Saat pertandingan usai, pemain PSM yang tidak terima keputusan tersebut berusaha untuk melakukan protes. Namun, aksi ini malah memicu keributan antar pemain kedua tim bahkan ikut melibatkan ofisial.
Meski dirugikan, pelatih PSM, Petar Segrt, menegaskan tidak akan melayangkan surat protes kepada PSSI terkait kepemimpinan . Ia bisa menerima keputusan tersebut meskipun pahit.
“Tidak. Saya tidak akan melakukan protes kepada PSSI terkait kepemimpinan wasit Johandri. Dia sudah bekerja dengan baik meski di menit-menit akhir dia membuat keputusan yang menurut kami merugikan PSM,” kata Petar.
“Ini adalah keputusan wasit dan setelah pertandingan kami sudah melakukan protes dengan tidak menyentuh wasit. Tapi, pada akhirnya kami semua harus menerima hasil ini,” ujar Petar.
Langkah ini sepertinya memberikan tamparan dan sindiran kepada Arema FC yang sebelumnya melayangkan surat protes kepada PSSI terkait kepemimpinan wasit Sulistyoko di ajang IPL, Sabtu (12/5) lalu. Arema menilai, wasit mencuri kemenangan mereka setelah memberikan hadiah penalti kepada PSM, juga di penghujung pertandingan.
“Saya tidak ingin melakukan sesuatu sama yang Arema perbuat. Mereka protes kepada wasit karena keputusan di IPL, mereka juga melakukan tekanan kepada wasit sebelum pertandingan Piala Indonesia. Ini patut disayangkan, karena Arema adalah tim yang hebat dengan manajemen yang bagus,” ujar Petar.
Petar malah menaruh simpati kepada wasit Indonesia yang selalu menjadi sorotan setiap pertandingan. Menurut pelatih asal Kroasia, wasit harus mendapat perlindungan agar mereka bisa bekerja dengan professional.
“Mereka membutuhkan pertolongan. Gaji mereka juga belum dibayar,” kata Petar.
“Seharusnya, tiga wasit yang bertugas harus tinggal bersama-sama. Karena, jika bertemu satu dengan yang lain hanya sehari atau saat pertandingan, maka tidak tercipta komunikasi antar mereka dan ini membuat mereka kadang tidak bekerja secara professional,” ujar Petar. (nda/gia)
Bermain di kandang sendiri, PSM sudah unggul 2-0 hingga memasuki menit ke-90 sebuah petaka terjadi. Berawal dari tendangan sudut, Putut menyambut bola dan menyundulnya masuk ke gawang.
Gol ini dinilai kontroversial oleh Andi Oddang dkk karena menganggap Putut terlebih dahulu melakukan pelanggaran dengan menahan dan menghalangi kiper Deny Marcel. Namun wasit Johandri mengesahkan gol tersebut dan disambut gembira pasukan Dejan Antonic. Maklum, gol tandang ini bisa menjadi modal mereka pada leg kedua yang akan digelar di Malang, 30 Mei mendatang.
Saat pertandingan usai, pemain PSM yang tidak terima keputusan tersebut berusaha untuk melakukan protes. Namun, aksi ini malah memicu keributan antar pemain kedua tim bahkan ikut melibatkan ofisial.
Meski dirugikan, pelatih PSM, Petar Segrt, menegaskan tidak akan melayangkan surat protes kepada PSSI terkait kepemimpinan . Ia bisa menerima keputusan tersebut meskipun pahit.
“Tidak. Saya tidak akan melakukan protes kepada PSSI terkait kepemimpinan wasit Johandri. Dia sudah bekerja dengan baik meski di menit-menit akhir dia membuat keputusan yang menurut kami merugikan PSM,” kata Petar.
“Ini adalah keputusan wasit dan setelah pertandingan kami sudah melakukan protes dengan tidak menyentuh wasit. Tapi, pada akhirnya kami semua harus menerima hasil ini,” ujar Petar.
Langkah ini sepertinya memberikan tamparan dan sindiran kepada Arema FC yang sebelumnya melayangkan surat protes kepada PSSI terkait kepemimpinan wasit Sulistyoko di ajang IPL, Sabtu (12/5) lalu. Arema menilai, wasit mencuri kemenangan mereka setelah memberikan hadiah penalti kepada PSM, juga di penghujung pertandingan.
“Saya tidak ingin melakukan sesuatu sama yang Arema perbuat. Mereka protes kepada wasit karena keputusan di IPL, mereka juga melakukan tekanan kepada wasit sebelum pertandingan Piala Indonesia. Ini patut disayangkan, karena Arema adalah tim yang hebat dengan manajemen yang bagus,” ujar Petar.
Petar malah menaruh simpati kepada wasit Indonesia yang selalu menjadi sorotan setiap pertandingan. Menurut pelatih asal Kroasia, wasit harus mendapat perlindungan agar mereka bisa bekerja dengan professional.
“Mereka membutuhkan pertolongan. Gaji mereka juga belum dibayar,” kata Petar.
“Seharusnya, tiga wasit yang bertugas harus tinggal bersama-sama. Karena, jika bertemu satu dengan yang lain hanya sehari atau saat pertandingan, maka tidak tercipta komunikasi antar mereka dan ini membuat mereka kadang tidak bekerja secara professional,” ujar Petar. (nda/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Masih Abu-abu, Nasib Piala Indonesia 2022 Diputuskan Pekan Depan
Bola Indonesia 18 Agustus 2022, 11:59
-
Soal Piala Indonesia 2022, PSSI Masih Tunggu Sponsor
Bola Indonesia 16 Agustus 2022, 14:24
-
Arema FC Antusias Ihwal Digulirkannya Lagi Piala Indonesia
Bola Indonesia 30 Juni 2022, 14:39
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel Senang Anthony Gordon Gabung Barcelona
Piala Dunia 9 Juni 2026, 15:45
-
Nonton Indonesia vs Hong Kong: AVC Women's Nation Cup 2026 di Vidio
Voli 9 Juni 2026, 15:43
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19












