Petar Tanggung Biaya Perawatan Rahmat
Editor Bolanet | 9 Januari 2013 19:01
Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, kembali memperlihatkan kepeduliannya kepada anak asuhnya. Saat striker M mengalami cedera, Petar terus memantau kondisi anak asuhnya.
Bahkan pelatih berkebangsaan Kroasia itu juga yang menyarankan agar cedera lututnya tersebut diperiksakan ke dokter. Petar sendiri rela menjemput Rahmat di kampungnya di Kabupaten Takalar meski hujan deras dan menembus beberapa wilayah terendam banjir.
Saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit, Petar yang mengantar langsung Rahmat bersama tim medisnya, Rudi Latief. Termasuk saat diputuskan untuk melakukan endescopy dan operasi ringan, Petar tidak segan-segan mengeluarkan kocek pribadinya.
Padahal biayanya tidak murah. Menurut Rudi Latief, untuk pemeriksaan saja habis sekitar Rp 3 jutaan. Terus endoscopy dan perbaikan cedera itu belasan juta, belum termasuk biaya rawat inap dan obat-obatan. Semua itu ditanggung oleh Petar menggunakan uang pribadinya.
Malahan, Petar sempat mengusulkan untuk membawa Rahmat berobat ke luar negeri. Namun disarankan oleh dokter Muhammad Sakti yang menangani Rahmat untuk berobat di Makassar saja meski peralatannya masih minim. Karena biayanya berobat untuk cedera lutut seperti yang dialami Rahmat sangat mahal.
“Saya salut dengan pelatih Petar Segrt. Kepeduliannya kepada pemain sungguh luar biasa. Dia menjemput, mengantar, dan membiayai pengobatan Rahmat,” kata dokter Sakti.
“Padahal, Petar orang asing. Sementara di Makassar banyak pengusaha kaya, tapi kenapa tidak peduli dengan pemain PSM yang membawa nama Makassar?” lanjutnya.
Sementara Petar mengaku harus menalangi sementara biaya pengobatan Rahmat karena kondisi yang mendesak. Menurutnya, kesehatan pemainnya itu yang lebih penting.
“Saya harus menutupi biaya perawatan dan operasi Rahmat. Bagi saya, itu tidak penting karena saya yakin manajemen akan mengembalikan uang saya nantinya. Kesehatan Rahmat yang lebih penting demi penampilannya dan karirnya,” ujar Petar.
Bukan kali ini saja Petar menunjukkan kepedulian berlebih kepada pemainnya. Saat Rasyid A Bakri terkenal tipes, Petar langsung memintanya untuk istirahat. Demikian juga ketika kiper Deny Marcel terkenal sakit yang sama. Petar langsung memintanya untuk rawat di rumah sakit terbaik di Makassar dan biayanya ia tanggung sementara.
Demikian juga saat gaji pemain telat dibayar manajemen, Petar merogoh koceknya sampai ratusan juta untuk menalangi sementara. Ia tidak ingin semangat pemainnya menurun. “Saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk tim ini,” katanya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Petar Sampaikan Salam Perpisahan di Stadion
Bola Indonesia 27 Juni 2013, 11:46
-
Petar Ingin PSM Permanenkan Posisi Imran
Bola Indonesia 25 Juni 2013, 13:13
-
Lawan Persijap, Menanti Comeback M Rahmat
Bola Indonesia 25 Juni 2013, 12:02
-
Petar Berharap Bisa Pamitan di Stadion Andi Mattalatta
Bola Indonesia 24 Juni 2013, 18:10
-
Menunggu Uangnya, Petar Masih Tertahan di Makassar
Bola Indonesia 24 Juni 2013, 17:12
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








