Piala Kemerdekaan, Arema Indonesia Tunggu Kabar Tim Transisi
Editor Bolanet | 14 Juli 2015 21:39
- Arema Indonesia tak gusar nama mereka tak masuk dalam daftar tim peserta turnamen Piala Kemerdekaan. Mereka menegaskan akan menunggu pemberitahuan resmi dari Tim Transisi, yang menghelat Turnamen ini.
Kita bersabar saja menunggu jawaban Tim Transisi, ujar Direktur Operasional Arema Indonesia, Haris Fambudy, pada .
Mungkin, Senin (20/07), kita akan berkirim surat ke Tim Transisi mengenai kejelasan Tim Arema Indonesia ikut partisipasi di Piala Kemerdekaan, sambungnya.
Arema Indonesia sendiri akan menandai kebangkitan mereka melalui ajang Piala Kemerdekaan 2015. Mereka berharap bisa bermain pada ajang yang dihelat Tim Transisi ini.
Sebelumnya, pada masa dualisme lalu, Arema Indonesia mengikuti kompetisi Indonesian Premier League (IPL), kompetisi resmi di bawah federasi sepakbola Indonesia. Bahkan, mereka sempat mewakili Indonesia di ajang AFC Cup. Namun, ketika memasuki unifikasi liga, Arema Indonesia bernasib malang. Bersama Persebaya 1927 dan beberapa klub lain, eksistensi mereka dihapus oleh rezim yang berkuasa.
Sementara itu, Haris menyebut Arema Indonesia tak putus asa meski mereka tak masuk daftar peserta Piala Kemerdekaan. Mereka tetap akan mempersiapkan diri.
Siapa tahu kesempatan itu datang. Secara tim, baik pemain maupun pelatih, siap main, tandasnya. (den/dzi)
Kita bersabar saja menunggu jawaban Tim Transisi, ujar Direktur Operasional Arema Indonesia, Haris Fambudy, pada .
Mungkin, Senin (20/07), kita akan berkirim surat ke Tim Transisi mengenai kejelasan Tim Arema Indonesia ikut partisipasi di Piala Kemerdekaan, sambungnya.
Arema Indonesia sendiri akan menandai kebangkitan mereka melalui ajang Piala Kemerdekaan 2015. Mereka berharap bisa bermain pada ajang yang dihelat Tim Transisi ini.
Sebelumnya, pada masa dualisme lalu, Arema Indonesia mengikuti kompetisi Indonesian Premier League (IPL), kompetisi resmi di bawah federasi sepakbola Indonesia. Bahkan, mereka sempat mewakili Indonesia di ajang AFC Cup. Namun, ketika memasuki unifikasi liga, Arema Indonesia bernasib malang. Bersama Persebaya 1927 dan beberapa klub lain, eksistensi mereka dihapus oleh rezim yang berkuasa.
Sementara itu, Haris menyebut Arema Indonesia tak putus asa meski mereka tak masuk daftar peserta Piala Kemerdekaan. Mereka tetap akan mempersiapkan diri.
Siapa tahu kesempatan itu datang. Secara tim, baik pemain maupun pelatih, siap main, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Timnas Indonesia U-17 vs Uzbekistan: Dimas Adi Prasetyo
Tim Nasional 15 Agustus 2025, 22:22
-
Man of the Match Timnas Indonesia U-17 vs Tajikistan: Mathew Baker
Tim Nasional 12 Agustus 2025, 22:27
LATEST UPDATE
-
Rating dan Share Piala Presiden 2026 Melonjak, Final Diprediksi Pecahkan Rekor
Bola Indonesia 6 Agustus 2026, 00:35
-
Balsa Sekulic Bidik Gelar Perdana di Final Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 5 Agustus 2026, 23:37
-
Victor Osimhen Ditawarkan ke Atletico Madrid
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 21:23
-
Fenomena Unik: 9 Manajer Baru Bersaing di Premier League 2026/2027, 5 Debutan!
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 19:42
-
Lamine Yamal Beri Sinyal Dukung Barcelona Rekrut Julian Alvarez
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 19:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16









