Pro Duta Protes Kepemimpinan Wasit di Babak Play-off IPL
Editor Bolanet | 17 Oktober 2013 15:47
- Sukses menahan imbang Persijap Jepara di laga perdana babak play-off kompetisi Indonesian Premier League 2013, tak membuat Pro Duta senang. Mereka mengaku kesal dengan jalannya laga yang dihelat di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu (16/10) ini.
Menurut kubu Kuda Pegasus -julukan Pro Duta- sepanjang pertandingan mereka terus dikerjai wasit. Wasit yang seharusnya bersikap adil, menurut kubu Pro Duta, bersikap berat sebelah dengan menguntungkan tuan rumah.
Tahu sendirilah modusnya. Sedikit-sedikit offside, royal kartu kuning dan sebagainya. Tahu sendirilah, ala Indonesia Super League banget, ujar salah seorang ofisial Pro Duta, pada Bola.net.
Sementara itu, kekesalan serupa juga dilontarkan Dejan Antonic. Pelatih Pro Duta tersebut mengaku bahwa jalannya laga tersebut sangat memalukan.
Sangat memalukan pertandingan ini. Lebih bagus saya main di Beirut saja ketimbang di Jepara ini, ujar Dejan, pada Bola.net.
Namun demikian, meski sadar timnya dicurangi, mantan pelatih ini pantang mundur. Dia tetap menginstruksikan Gozali Muharram Siregar dan kawan-kawan berjuang sampai akhir laga play-off ini.
Kita tidak akan menyerah begitu saja, Friend. Kita akan berjuang sampai akhir. Kita bakal bermain dengan sportivitas dan kebanggaan, tandasnya.
Sebelumnya, meski masih bertajuk Indonesian Premier League, pelaksanaan babak play-off ini sudah bukan lagi tanggung jawab PT. Liga Prima Indonesia Sportindo lagi. PSSI telah mengambil alih pelaksanaan babak play-off ini -alih-alih menunggu kompetisi usai- dengan alasan LPIS tidak mampu menjalankan kompetisi dengan baik.
PSSI menjalankan babak playoff untuk mencari tim IPL yang bakal bergabung dengan kompetisi unifikasi musim depan. 10 klub yang diakui PSSI -minus Semen Padang yang mendapat bye- bakal dibagi dua grup. Dari masing-masing grup akan dipilih tiga klub teratas. Enam klub dari dua grup plus Semen Padang selanjutnya akan menjalani proses verifikasi PSSI, untuk kemudian dipilih empat klub yang akan gabung dengan kompetisi unifikasi. (den/pra)
Menurut kubu Kuda Pegasus -julukan Pro Duta- sepanjang pertandingan mereka terus dikerjai wasit. Wasit yang seharusnya bersikap adil, menurut kubu Pro Duta, bersikap berat sebelah dengan menguntungkan tuan rumah.
Tahu sendirilah modusnya. Sedikit-sedikit offside, royal kartu kuning dan sebagainya. Tahu sendirilah, ala Indonesia Super League banget, ujar salah seorang ofisial Pro Duta, pada Bola.net.
Sementara itu, kekesalan serupa juga dilontarkan Dejan Antonic. Pelatih Pro Duta tersebut mengaku bahwa jalannya laga tersebut sangat memalukan.
Sangat memalukan pertandingan ini. Lebih bagus saya main di Beirut saja ketimbang di Jepara ini, ujar Dejan, pada Bola.net.
Namun demikian, meski sadar timnya dicurangi, mantan pelatih ini pantang mundur. Dia tetap menginstruksikan Gozali Muharram Siregar dan kawan-kawan berjuang sampai akhir laga play-off ini.
Kita tidak akan menyerah begitu saja, Friend. Kita akan berjuang sampai akhir. Kita bakal bermain dengan sportivitas dan kebanggaan, tandasnya.
Sebelumnya, meski masih bertajuk Indonesian Premier League, pelaksanaan babak play-off ini sudah bukan lagi tanggung jawab PT. Liga Prima Indonesia Sportindo lagi. PSSI telah mengambil alih pelaksanaan babak play-off ini -alih-alih menunggu kompetisi usai- dengan alasan LPIS tidak mampu menjalankan kompetisi dengan baik.
PSSI menjalankan babak playoff untuk mencari tim IPL yang bakal bergabung dengan kompetisi unifikasi musim depan. 10 klub yang diakui PSSI -minus Semen Padang yang mendapat bye- bakal dibagi dua grup. Dari masing-masing grup akan dipilih tiga klub teratas. Enam klub dari dua grup plus Semen Padang selanjutnya akan menjalani proses verifikasi PSSI, untuk kemudian dipilih empat klub yang akan gabung dengan kompetisi unifikasi. (den/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persijap 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 15:09
LATEST UPDATE
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












