PSSI Bantah Tak Miliki Sistem Pemandu Bakat
Editor Bolanet | 27 Januari 2014 20:00
- Djohar Arifin Husin menampik tengara bahwa PSSI tidak memiliki sistem pemantauan bakat pesepakbola Indonesia. Ketua Umum PSSI ini memaparkan bahwa PSSI memiliki pemandu bakat di tiap provinsi.
Sejak 2012 lalu kita kumpulkan para pemandu bakat di Malang. Saat ini, masih jalan programnya. Jadi, di seluruh provinsi kita punya pemandu bakat, ujar Djohar, pada .
Sebelumnya, sempat muncul pertanyaan terkait kinerja PSSI dalam melakukan scouting terhadap talenta-talenta pesepakbola Indonesia. Pertanyaan ini mengemuka terkait banyaknya talenta muda yang tak terpantau radar PSSI. Bahkan, untuk membangun Timnas U-19, Indra Sjafri harus blusukan dengan biaya sendiri untuk mencari pemain berbakat dari seluruh penjuru Nusantara.
PSSI sendiri sempat memiliki program talent scouting terpadu dengan pusat pelatihan. Program bernama Akademi Nusantara ini digagas Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI (waktu itu), Timo Scheunemann. Namun, program ini tak sempat berjalan karena tak adanya dana waktu itu. Seiring bergantinya rezim di kepemimpinan PSSI, program ini kian tak terdengar lagi gaungnya.
Menanggapi hal ini, Djohar mengaku bahwa tak harus tergantung PSSI agar talenta muda pesepakbola Indonesia bisa terpantau. Menurutnya, masyarakat bisa sangat berperan dalam hal ini.
Masyarakat bisa lapor melalui Pengurus Cabang PSSI terdekat. Setelah itu, kita akan undang atau kita kirim pelatih untuk melihat langsung kemampuannya. Nanti, semua akan digodok oleh Badan Tim Nasional, tandasnya.[initial]
(den/dzi)
Sejak 2012 lalu kita kumpulkan para pemandu bakat di Malang. Saat ini, masih jalan programnya. Jadi, di seluruh provinsi kita punya pemandu bakat, ujar Djohar, pada .
Sebelumnya, sempat muncul pertanyaan terkait kinerja PSSI dalam melakukan scouting terhadap talenta-talenta pesepakbola Indonesia. Pertanyaan ini mengemuka terkait banyaknya talenta muda yang tak terpantau radar PSSI. Bahkan, untuk membangun Timnas U-19, Indra Sjafri harus blusukan dengan biaya sendiri untuk mencari pemain berbakat dari seluruh penjuru Nusantara.
PSSI sendiri sempat memiliki program talent scouting terpadu dengan pusat pelatihan. Program bernama Akademi Nusantara ini digagas Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI (waktu itu), Timo Scheunemann. Namun, program ini tak sempat berjalan karena tak adanya dana waktu itu. Seiring bergantinya rezim di kepemimpinan PSSI, program ini kian tak terdengar lagi gaungnya.
Menanggapi hal ini, Djohar mengaku bahwa tak harus tergantung PSSI agar talenta muda pesepakbola Indonesia bisa terpantau. Menurutnya, masyarakat bisa sangat berperan dalam hal ini.
Masyarakat bisa lapor melalui Pengurus Cabang PSSI terdekat. Setelah itu, kita akan undang atau kita kirim pelatih untuk melihat langsung kemampuannya. Nanti, semua akan digodok oleh Badan Tim Nasional, tandasnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sandy Walsh Janjikan yang Terbaik untuk Persib
Bola Indonesia 16 Juli 2026, 13:30
-
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 14 Juli 2026, 19:37
-
Ragnar Oratmangoen Sudah Gabung di Tahap Kedua TC Timnas Indonesia
Bola Indonesia 14 Juli 2026, 19:22
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














