PSSI dan Pemerintah Dinilai Tak Perlu Waktu Lama Usut Match Fixing
Ari Prayoga | 29 November 2018 02:32
Bola.net - Save Our Soccer (SOS) kembali angkat bicara soal praktik pengaturan pertandingan di sepak bola Indonesia, yang mengemuka lagi belakangan ini. Lembaga yang concern pada pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia ini menyebut, PSSI dan pemerintah tak perlu menunggu lagi untuk segera bertindak memberantas praktik lancung tersebut.
"Pernyataan yang di Mata Najwa soal pengaturan pertandingan sudah jelas," ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali, pada Bola.net, Rabu (28/11).
"Tinggal bagaimana PSSI dan pemerintah bekerja sama dan bertindak menuntaskan hal ini," sambungnya.
Menurut Akmal, PSSI dan pemerintah harus bergerak selekas mungkin. Dua pemangku kepentingan ini, sambungnya, harus bekerja sama dan serius menuntaskan praktik lancung pengaturan skor di Indonesia.
"Bila tidak ada tindakan dan pengusutan tuntas, sampai kapan pun sepak bola kita akan terus berada di jalan yang sesat. SOS menuntut PSSI dan Kemenpora bekerja sama membongkar semua dagelan ini," tuturnya.
Sebelumnya, sempat muncul suara sumbang terkait berlangsungnya kompetisi di Indonesia. Salah seorang mantan runner pengatur pertandingan, Bambang Suryo, menyebut bahwa saat ini pengaturan pertandingan masih ada di Indonesia. Bahkan, BS (sapaan karib Bambang Suryo,red), yang beberapa waktu lalu sempat membongkar praktik culas match fixing ini, menyebut bahwa salah satu pelaku pengaturan pertandingan adalah sosok yang karib disapa Sontoloyo.
Selain itu, tengara masih adanya praktik lancung di sepak bola Indonesia disebut-sebut terjadi pula pada Babak Delapan Besar Liga 2 musim 2018. SOS bahkan menyebut sejumlah pertandingan pada Babak Delapan Besar Liga 2 musim lalu sebagai dagelan.
Lebih lanjut, Akmal optimistis PSSI dan pemerintah bisa membongkar praktik match fixing ini dan menghentikannya.
"Bila tidak mampu membongkarnya lebih baik mundur saja semua," tandasnya.
Video Menarik
Timnas Indonesia gagal tampil sesuai ekspektasi di Piala AFF 2018, lalu siapa yang mesti bertanggung jawab?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








