PSSI: Lupakan KLB, Utamakan Islah!
Editor Bolanet | 24 Februari 2012 06:02
- Ketua Komite Disiplin , Bernhard Limbong menegaskan jika kondisi persepakbolaan nasional tengah baik-baik saja dan tidak perlu adanya tindakan penyelamatan. Itu diungkapkan Limbong lantaran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang terus merongrong PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin untuk lengser.
Sepak bola kita sedang baik dan terus mengembangkan diri menuju kemajuan. Bahkan, Timnas kita mulai menuai hasil prestasi, misalnya Timnas U-17 yang sukses di turnamen yang berlangsung di Hong Kong, terang Limbong yang juga menjabat sebagai penanggungjawab Timnas Indonesia kepada .
Karena itu, Limbong mengungkapkan adanya tujuan terselubung dari awak KPSI yang ngotot menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang disebut-sebut telah menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar.
Tentunya, ini menimbulkan curiga terhadap orang-orang yang rela menginvestasikan uangnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak baik seperti KLB PSSI. Apalagi, jelas-jelas jika FIFA dan AFC hanya mengakui PSSI dan tidak menganggap sedikitpun keberadaan KPSI, tegasnya.
Apa yang dikatakan Limbong merujuk pada pernyataan Ketua Umum KPSI Tony Apriliani, yang mengaku sudah menyiapkan dana sekitar Rp1 miliar dari kocek pribadi dan beberapa pejabat KPSI, serta donasi penggemar sepak bola untuk menggelar KLB di Jakarta pada 17-18 Maret 2012.
Tuntutan KLB PSSI oleh KPSI sama sekali tidak mendasar dan harus segara dilupakan. Karena tidak ada kesalahan dan pelanggaran statuta organisasi yang dilakukan oleh pengurus PSSI. Seharusnya, kita harus dapat berpikir jernih dan mendorong islah demi kemajuan sepak bola Indonesia, tuntasnya. (esa/end)
Sepak bola kita sedang baik dan terus mengembangkan diri menuju kemajuan. Bahkan, Timnas kita mulai menuai hasil prestasi, misalnya Timnas U-17 yang sukses di turnamen yang berlangsung di Hong Kong, terang Limbong yang juga menjabat sebagai penanggungjawab Timnas Indonesia kepada .
Karena itu, Limbong mengungkapkan adanya tujuan terselubung dari awak KPSI yang ngotot menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang disebut-sebut telah menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar.
Tentunya, ini menimbulkan curiga terhadap orang-orang yang rela menginvestasikan uangnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak baik seperti KLB PSSI. Apalagi, jelas-jelas jika FIFA dan AFC hanya mengakui PSSI dan tidak menganggap sedikitpun keberadaan KPSI, tegasnya.
Apa yang dikatakan Limbong merujuk pada pernyataan Ketua Umum KPSI Tony Apriliani, yang mengaku sudah menyiapkan dana sekitar Rp1 miliar dari kocek pribadi dan beberapa pejabat KPSI, serta donasi penggemar sepak bola untuk menggelar KLB di Jakarta pada 17-18 Maret 2012.
Tuntutan KLB PSSI oleh KPSI sama sekali tidak mendasar dan harus segara dilupakan. Karena tidak ada kesalahan dan pelanggaran statuta organisasi yang dilakukan oleh pengurus PSSI. Seharusnya, kita harus dapat berpikir jernih dan mendorong islah demi kemajuan sepak bola Indonesia, tuntasnya. (esa/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 21:17
-
Jadwal Live Streaming Babak Final Australia Open di Vidio, 14 Juni 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:17
-
Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:05
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:05
-
Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











