PSSI Stop QNB League, Dendi Santoso Mengaku Rugi
Editor Bolanet | 4 Mei 2015 19:59
- Dendi Santoso mengaku sangat dirugikan ihwal dihentikannya kompetisi QNB League 2015 ini di tengah jalan oleh PSSI. Menurutnya, penghentian kompetisi ini mengancam periuk nasi mereka.
Sebagai pemain, karena kompetisi dihentikan, kami sangat-sangat dirugikan. Ini adalah mata pencaharian kami, ujar Dendi.
Untuk makan dan beli susu anak juga kebutuhan lain semua tergantung dari main bola. Kalau dihentikan, kita nggak ada pemasukan, sambungnya.
Sebelumnya, PSSI memutuskan menghentikan gelaran QNB League musim ini. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, penghentian ini disebabkan adanya force majeure. Hinca menyebut force majeure ini tak lepas dari pembekuan PSSI dan tak keluarnya izin kepolisian untuk pertandingan QNB musim ini.
Kompetisi ISL 2015 dinyatakan force majeure sehubungan dengan kondisi luar biasa di luar PSSI yang menyebabkan kompetisi tidak bisa berjalan dengan baik, kompetisi tidak bisa tuntas diselesaikan, jadi kompetisi dihentikan, ucap Hinca.
Sementara itu, meski mengaku terpukul dengan adanya pemberhentian ini, Dendi mengaku belum terpikir meninggalkan lapangan hijau. Pasalnya, menurutnya, masa depannya di sepakbola masih terbentang.
Kalau untuk pindah profesi lain, kemungkinan tidak dulu. Saat ini saya masih muda. Masih ada tenaga banyak buat main sepakbola, tandasnya. (den/dzi)
Sebagai pemain, karena kompetisi dihentikan, kami sangat-sangat dirugikan. Ini adalah mata pencaharian kami, ujar Dendi.
Untuk makan dan beli susu anak juga kebutuhan lain semua tergantung dari main bola. Kalau dihentikan, kita nggak ada pemasukan, sambungnya.
Sebelumnya, PSSI memutuskan menghentikan gelaran QNB League musim ini. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, penghentian ini disebabkan adanya force majeure. Hinca menyebut force majeure ini tak lepas dari pembekuan PSSI dan tak keluarnya izin kepolisian untuk pertandingan QNB musim ini.
Kompetisi ISL 2015 dinyatakan force majeure sehubungan dengan kondisi luar biasa di luar PSSI yang menyebabkan kompetisi tidak bisa berjalan dengan baik, kompetisi tidak bisa tuntas diselesaikan, jadi kompetisi dihentikan, ucap Hinca.
Sementara itu, meski mengaku terpukul dengan adanya pemberhentian ini, Dendi mengaku belum terpikir meninggalkan lapangan hijau. Pasalnya, menurutnya, masa depannya di sepakbola masih terbentang.
Kalau untuk pindah profesi lain, kemungkinan tidak dulu. Saat ini saya masih muda. Masih ada tenaga banyak buat main sepakbola, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Higlights BRI Liga 1 2021-22: Bali United 2-1 Arema FC
Open Play 15 Maret 2022, 19:46
-
Gawat! Arema FC Tanpa 3 Pemain Depan Saat Jumpa Persik Kediri di Lanjutan BRI Liga 1
Bola Indonesia 16 November 2021, 15:48
-
3 Pemain Kunci Arema FC untuk Tumpas PSIS Semarang di BRI Liga 1: Semuanya Putra Daerah!
Bola Indonesia 22 September 2021, 11:55
-
Jadi 'Bang Toyib', Begini Cara Duo Arema FC Obati Rasa Rindu Keluarga
Bola Indonesia 16 September 2021, 15:21
LATEST UPDATE
-
Como Menggebrak Serie A: Mimpi Liga Champions Itu Nyata
Liga Italia 22 April 2026, 17:00
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
-
Bernardo Silva Bakal Jadi 'Pirlo Baru' untuk Juventus
Liga Italia 22 April 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














