Raja Isa Lamar Persitara
Editor Bolanet | 7 September 2011 21:47
"Raja Isa sudah menghubungi kami, dia mengaku ingin menjadi pelatih Persitara," ungkap Manajer Persitara, Rizal Hafid, kepada Bola.net, Rabu (7/9).
Rizal Hafid mengaku senang dan bangga, pelatih sekelas Raja Isa mau menjadi arsitek Persitara. Tapi sayang, Daeng -panggilan Rizal Hafid- belum dapat memberikan kepastian kepada mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut.
"Tentu sebuah kebanggaan bagi kami, pelatih sekelas Raja Isa ingin melatih di sini. Tapi kami belum dapat memberikan kepastian karena jadwal kompetisi masih belum jelas," ujar Daeng.
Oleh karenanya, Daeng berharap pengurus PSSI segera memastikan jadwal kompetisi terutama untuk kompetisi level II. Agar, lanjut Daeng, pihaknya bisa mengambil langkah dalam menyiapkan skuad timnya.
Selain itu, kepastian jadwal kompetisi juga untuk memudahkan manajemen Hiu Biru Utara -sebutan lain Persitara- dalam mengestimasi kebutuhan dana selama mengarungi kompetisi nanti.
"Kalau masih ngambang begini, kami kesulitan merinci berapa dana yang harus kami siapkan," tuturnya.
Manajemen Persitara harus merinci besaran dana yang dibutuhkan. Gunanya, agar bisa jadi bahan presentasi kepada para investor.
"Semua investor pasti ingin tahu dulu, berapa biaya yang dibutuhkan tim selama satu musim kompetisi," tandasnya.
Daeng memeng mengaku sudah menemukan investor yang siap mendanai Persitara. Hanya saja, Daeng enggan menyebutkan investor tersebut.
"Yang jelas, ada investor dari Makassar yang siap mendanai Persitara. Tapi, investor ini masih ingin lihat dulu berapa dana yang dibutuhkan," pungkasnya. [initial]
BOLA INDONESIA - Musim 2011-12, Persitara Setengah Hati (esa/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19












