RESMI! Erick Thohir Ikuti Jejak Maladi, dari Ketua PSSI ke Menpora
Asad Arifin | 17 September 2025 15:28
Bola.net - Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan reshuffle kabinet. Dalam gelombang pertama perubahan, Prabowo mencopot Dito Ariotedjo dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Langkah ini otomatis membuka kursi kosong di kementerian yang membawahi urusan kepemudaan dan olahraga.
Nama Erick Thohir lantas dipilih sebagai pengganti Dito. Erick, yang saat ini menjabat Ketua PSSI, resmi dilantik sebagai Menpora di Istana Negara pada hari Rabu (17/9) siang WIB.
Erick Thohir langsung menorehkan catatan sejarah baru. Ia akan menyamai jejak Maladi, tokoh olahraga Indonesia yang juga pernah menjabat Ketua PSSI sebelum akhirnya dipercaya sebagai Menpora di era Presiden Soekarno.
Dari PSSI ke Kursi Menpora
Erick Thohir bukanlah sosok asing di dunia olahraga Indonesia. Sejak Januari 2021, ia dipercaya memimpin PSSI dan membawa berbagai perubahan di tubuh federasi. Di masa kepemimpinannya, sepak bola Indonesia mengalami sejumlah momen penting, termasuk langkah Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kini, perjalanan karier Erick berpotensi menembus panggung politik lebih tinggi. Resmi dilantik sebagai Menpora, ia akan menjadi figur kedua setelah Maladi yang meniti jalur serupa: dari Ketua PSSI ke kursi Menpora.
Kondisi ini tentu menghadirkan harapan baru, bahwa sepak bola dan olahraga Indonesia secara keseluruhan akan mendapatkan perhatian lebih besar di tingkat kebijakan nasional.
Jejak Maladi dalam Sejarah Olahraga dan Budaya
Maladi adalah sosok serba bisa dalam sejarah Indonesia. Ia aktif sebagai pejuang kemerdekaan dengan memimpin Tentara Pelajar dalam Serangan Umum Empat Hari di Solo. Setelah masa perang usai, Maladi menekuni dunia olahraga dan seni.
Ia tercatat sebagai Ketua Umum PSSI periode 1950–1959, bahkan pernah menjadi penjaga gawang tim nasional. Di sisi lain, Maladi juga seorang seniman musik keroncong dengan karya legendaris seperti Di Bawah Sinar Bulan Purnama dan Nyiur Hijau.
Karier Maladi kemudian merambah dunia politik. Ia dipercaya menjadi Menteri Penerangan (1959–1962) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (1964–1966).
Warisan Maladi yang Tetap Hidup
Untuk mengenang jasa-jasanya, nama Maladi diabadikan sebagai nama stadion di Kota Solo. Pada 4 Agustus 2003, Stadion Sriwedari resmi berganti nama menjadi Stadion R. Maladi.
Keputusan ini menjadi bentuk penghormatan atas kontribusinya, baik di bidang olahraga maupun pembangunan infrastruktur stadion di Solo.
Baca Ini Juga:
- Erick Thohir Tiba di Istana, Disebut Bakal Dilantik Jadi Menpora
- Siapa Pelatih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025? Mungkinkah Indra Sjafri? Erick Thohir Menjawab
- Mengapa Piala Presiden 2026 Tidak Ajak Klub BRI Super League dan Championship? Begini Buka-bukaan Erick Thohir
- Pemain Abroad Datang 6 Oktober 2025, Timnas Indonesia Terancam Tanpa Latihan untuk Hadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Ratu Tisha Tergusur dari Komite Teknis dan Pengembangan PSSI, Siapa Penggantinya?
- Jumlah Suporter Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Dibatasi Hanya 8 Persen, Apa Kata Erick Thohir?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Sassuolo 22 Maret 2026
Liga Italia 20 Maret 2026, 09:22
-
Conference League: Jadwal Perempat Final, Siapa Lawan Siapa?
Liga Eropa UEFA 20 Maret 2026, 09:06
-
Liga Europa: Jadwal Perempat Final, Siapa Lawan Siapa?
Liga Eropa UEFA 20 Maret 2026, 08:52
-
Rahasia Wangi Clean Saat Lebaran: Simple Tapi Bikin Percaya Diri
Lain Lain 20 Maret 2026, 08:00
-
Thibaut Courtois Cedera Usai Real Madrid Hajar Man City, Absen Enam Pekan?
Liga Champions 20 Maret 2026, 04:44
-
Live Streaming Roma vs Bologna - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Maret 2026, 20:03
-
Live Streaming Aston Villa vs LOSC - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Maret 2026, 20:02
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28













