Review DU: Persik Tertahan di Kediri
Editor Bolanet | 27 Januari 2012 21:22
- Tuan rumah Persik Kediri ditahan imbang oleh tim tamu, PSCS Cilacap 1-1 dalam ajang pertandingan Divisi Utama di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat petang.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, tim tamu bermain menyerang. Namun baru pada menit ke-41 PSCS mampu memanfaatkan lemahnya lini pertahanan Persik. Striker PSC, Bathum memberikan umpan matang kepada Nanang dan bola berhasil merobek gawang Persik yang saat itu dijaga oleh Wawan Hariono.
Memasuki babak kedua, tempo permainan keduanya meningkat. Persik berhasil mengejar kekalahan di babak pertama. Komang memanfaatkan kemelut di depan gawang PSCS yang dijaga oleh Handoyo. Lewat sundulan kepala, ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Persik sebenarnya mempunyai kesempatan untuk menambah pundi-pundi gol untuk menambah poin. Terlebih lagi, dalam pertandingan di kandang sendiri melawan PSS Sleman, Persik juga ditahan imbang tim tamu, 2-2. Namun, beberapa kali kesempatan untuk menambah pundi gol, gagal dimanfaatkan.
Pertandingan di antara keduanya justru mengarah ke kasar. Beberapa kali terlihat di antara dua kesebelasan terlibat adu fisik, yang berujung pada sikap wasit yang menghentikan sementara pertandingan.
Namun, sejumlah pemain justru menyalahkan wasit yang dinilai tidak adil. Berkali-kali para pemain protes atas kepemimpinan wasit Umbul Wandono tersebut, dan tetap diabaikan oleh wasit. Hingga babak pertama berakhir, skor di antara keduanya masih sama, 1-1.
Kerasnya pertandingan dilihat dari banyaknya kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit, yaitu delapan kartu, tiga untuk pemain Persik, sisanya pemain PSCS.
Tiga untuk pemain Persik itu diberikan kepada Jefri Dwi Hadi di menit ke-24, Tamsil di menit ke-52, dan Elvis Coric menit ke-61. Sedangkan, untuk pemain PSCS adalah Bathum di menit ke-46 dan 52, Lee menit ke-54, Nanang menit ke-61, M Isa menit ke-75.
Sementara itu, Pelatih PSCS Cilacap, Jesie Mustamu mengaku cukup puas berhasil membawa poin dari pertandingan ini. Ia memang meminta anak-anak asuhnya memanfaatkan lini pertahanan Persik yang lemah, hingga berhasil mencuri poin.
Kami merasa bersyukur bisa mendapatkan poin. Anak-anak bisa menerapkan konsep dengan benar, kata Jesie.
Pelatih Persik Kediri, Joko Malis mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut. Ia mengakui, lini pertahanan anak asuhnya masih lemah, namun ia menyalahkan wasit, yang dinilai tidak tegas dan memihak, hingga. Kami kecewa dengan hasil ini, kata Joko. (ant/mxm)
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, tim tamu bermain menyerang. Namun baru pada menit ke-41 PSCS mampu memanfaatkan lemahnya lini pertahanan Persik. Striker PSC, Bathum memberikan umpan matang kepada Nanang dan bola berhasil merobek gawang Persik yang saat itu dijaga oleh Wawan Hariono.
Memasuki babak kedua, tempo permainan keduanya meningkat. Persik berhasil mengejar kekalahan di babak pertama. Komang memanfaatkan kemelut di depan gawang PSCS yang dijaga oleh Handoyo. Lewat sundulan kepala, ia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Persik sebenarnya mempunyai kesempatan untuk menambah pundi-pundi gol untuk menambah poin. Terlebih lagi, dalam pertandingan di kandang sendiri melawan PSS Sleman, Persik juga ditahan imbang tim tamu, 2-2. Namun, beberapa kali kesempatan untuk menambah pundi gol, gagal dimanfaatkan.
Pertandingan di antara keduanya justru mengarah ke kasar. Beberapa kali terlihat di antara dua kesebelasan terlibat adu fisik, yang berujung pada sikap wasit yang menghentikan sementara pertandingan.
Namun, sejumlah pemain justru menyalahkan wasit yang dinilai tidak adil. Berkali-kali para pemain protes atas kepemimpinan wasit Umbul Wandono tersebut, dan tetap diabaikan oleh wasit. Hingga babak pertama berakhir, skor di antara keduanya masih sama, 1-1.
Kerasnya pertandingan dilihat dari banyaknya kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit, yaitu delapan kartu, tiga untuk pemain Persik, sisanya pemain PSCS.
Tiga untuk pemain Persik itu diberikan kepada Jefri Dwi Hadi di menit ke-24, Tamsil di menit ke-52, dan Elvis Coric menit ke-61. Sedangkan, untuk pemain PSCS adalah Bathum di menit ke-46 dan 52, Lee menit ke-54, Nanang menit ke-61, M Isa menit ke-75.
Sementara itu, Pelatih PSCS Cilacap, Jesie Mustamu mengaku cukup puas berhasil membawa poin dari pertandingan ini. Ia memang meminta anak-anak asuhnya memanfaatkan lini pertahanan Persik yang lemah, hingga berhasil mencuri poin.
Kami merasa bersyukur bisa mendapatkan poin. Anak-anak bisa menerapkan konsep dengan benar, kata Jesie.
Pelatih Persik Kediri, Joko Malis mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut. Ia mengakui, lini pertahanan anak asuhnya masih lemah, namun ia menyalahkan wasit, yang dinilai tidak tegas dan memihak, hingga. Kami kecewa dengan hasil ini, kata Joko. (ant/mxm)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:16
-
Timnas Indonesia Ditantang Jaga Konsistensi Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 15:14
-
Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 9 Juni 2026, 14:41
-
Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
Piala Dunia 9 Juni 2026, 14:02
-
Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Indonesia vs Mozambik?
Tim Nasional 9 Juni 2026, 12:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19











