Rully Ogah Tanggapi Isu Pergantian Pelatih PSM
Editor Bolanet | 14 Maret 2013 20:49
- CEO PT Pagolona Sulawesi Selatan (PSM) Makassar, Rully Habibie, enggan berkomentar terkait wacana pergantian pelatih Petar Segrt. Rully lebih membuka pemikiran dengan kondisi yang dialami PSM Makassar selama menjalani tur Jawa-Kalimantan.
PSM memang mengawali kompetisi IPL musim ini dengan hasil buruk. Tiga laga away dilahap tim Ayam Jantan dari Timur dengan kekalahan. Hal ini yang memicu kritikan kepada Petar sebagai peracik strategi dan berujung pada kursi pelatihnya digoyang.
Saat jumpa pers di kantor PT PSM, Kamis (14/3) sore, Rully menanggapi hal tersebut dengan sebuah pertanyaan, Apakah tiga laga away bisa dijadikan barometer (untuk mengganti pelatih)?
Tidak mungkin kita menunjuk dan mengganti pelatih secara instan dan semua akan menjadi baik. Karena butuh waktu untuk butuh adaptasi lagi dan lainnya. Mendatangkan Pep (Guardiola) pun tidak menjamin kita tidak kalah, ujarnya.
Menurutnya, hasil kalah, menang, atau seri adalah hal yang lumrah dalam sepakbola. Dalam kancah sepakbola di seluruh dunia juga terjadi hal tersebut. Bahkan, klub hebat pun pernah mengalami kekalahan.
Saya hanya perlu tekankan bahwa, mari kita harus sama-sama introspeksi diri. Baik pelatih kepala, asisten pelatih, dan pemain. Kita sama-sama koreksi agar ke depannya, kita bisa lebih baik lagi, ujarnya.
Rully kembali menyoroti terkait tiga laga tandang yang mesti dilakoni PSM dalam 10 hari. Sebelum kompetisi bergulir, pihak PSM memang sudah mengajukan protes, tapi tidak mendapat tanggapan dari pihak PT LPIS selaku operator IPL.
Apalagi, tiga lokasi lawan PSM jaraknya berjauhan dan harus menggunakan transportasi darat. Ini jelas menguras energi dan psikologis pemain. Belum lagi masalah non teknis yang dihadapi sebelum dan saat pertandingan berlangsung.
Tidak masalah misalnya tiga laga away berturut-turut tapi jaraknya satu minggu. Ini hanya berbeda 4 hari, sementara kita harus menempuh perjalanan darat dari satu kota ke kota lain 8-10 jam. Waktu recovery untuk pemain sangat singkat jadinya tidak maksimal tampil di lapangan, ujar Rully.
Juga tidak masalah jika dalam 10 hari tapi semuanya adalah kota besar seperti dari Jakarta-Surabaya-Bali. Itu kan jarak tempuh cuma satu atau dua jam naik pesawat. Ini kenyataan, staf LPIS saja sempat bingung dengan laga yang kami jalani itu, katanya. (nda/dzi)
PSM memang mengawali kompetisi IPL musim ini dengan hasil buruk. Tiga laga away dilahap tim Ayam Jantan dari Timur dengan kekalahan. Hal ini yang memicu kritikan kepada Petar sebagai peracik strategi dan berujung pada kursi pelatihnya digoyang.
Saat jumpa pers di kantor PT PSM, Kamis (14/3) sore, Rully menanggapi hal tersebut dengan sebuah pertanyaan, Apakah tiga laga away bisa dijadikan barometer (untuk mengganti pelatih)?
Tidak mungkin kita menunjuk dan mengganti pelatih secara instan dan semua akan menjadi baik. Karena butuh waktu untuk butuh adaptasi lagi dan lainnya. Mendatangkan Pep (Guardiola) pun tidak menjamin kita tidak kalah, ujarnya.
Menurutnya, hasil kalah, menang, atau seri adalah hal yang lumrah dalam sepakbola. Dalam kancah sepakbola di seluruh dunia juga terjadi hal tersebut. Bahkan, klub hebat pun pernah mengalami kekalahan.
Saya hanya perlu tekankan bahwa, mari kita harus sama-sama introspeksi diri. Baik pelatih kepala, asisten pelatih, dan pemain. Kita sama-sama koreksi agar ke depannya, kita bisa lebih baik lagi, ujarnya.
Rully kembali menyoroti terkait tiga laga tandang yang mesti dilakoni PSM dalam 10 hari. Sebelum kompetisi bergulir, pihak PSM memang sudah mengajukan protes, tapi tidak mendapat tanggapan dari pihak PT LPIS selaku operator IPL.
Apalagi, tiga lokasi lawan PSM jaraknya berjauhan dan harus menggunakan transportasi darat. Ini jelas menguras energi dan psikologis pemain. Belum lagi masalah non teknis yang dihadapi sebelum dan saat pertandingan berlangsung.
Tidak masalah misalnya tiga laga away berturut-turut tapi jaraknya satu minggu. Ini hanya berbeda 4 hari, sementara kita harus menempuh perjalanan darat dari satu kota ke kota lain 8-10 jam. Waktu recovery untuk pemain sangat singkat jadinya tidak maksimal tampil di lapangan, ujar Rully.
Juga tidak masalah jika dalam 10 hari tapi semuanya adalah kota besar seperti dari Jakarta-Surabaya-Bali. Itu kan jarak tempuh cuma satu atau dua jam naik pesawat. Ini kenyataan, staf LPIS saja sempat bingung dengan laga yang kami jalani itu, katanya. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks Persebaya 1927 Kembali Tanyakan Gaji
Bola Indonesia 25 Maret 2014, 11:26
-
Ditanya Soal Gaji Persebaya IPL, Ini Jawaban Cholid
Bola Indonesia 1 Maret 2014, 12:42
-
Jorg Mundur, Rudi Keltjes Jadi Pelatih PSM Makassar
Bola Indonesia 12 Februari 2014, 16:23
-
Kontrak Pemain PSM Diharapkan Beres Pekan Depan
Bola Indonesia 17 Januari 2014, 20:26
-
Manajemen PSM Juga Coret Samsidar
Bola Indonesia 30 Desember 2013, 19:26
LATEST UPDATE
-
Susunan Pemain Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 14 Juni 2026, 01:10
-
Achraf Hakimi Main di Posisi Apa? Bek Kanan Maroko dengan Peran Tak Biasa
Piala Dunia 14 Juni 2026, 00:49
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:55
-
Tempat Menonton Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:45
-
Ghana Protes Keras Kanada Usai Tolak Visa Thomas Partey
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:12
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







