Rusak Citra Sepak Bola, Putusan PSSI-PSIS Tidak Bisa Dibanding
Editor Bolanet | 29 Oktober 2014 00:35
- Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (), tidak hanya mendiskualifikasi PSS Sleman dan PSIS Semarang dari keikutsertaannya di babak delapan besar kompetisi Divisi Utama pada musim ini.
Melainkan, merekomendasikan kepada Komite Wasit PSSI untuk memberhentikan wasit hingga pengawas pertandingan dari aktivitas hingga proses investigasi yang dilakukan tuntas.
Ketua Komdis PSSI, Hinca IP Pandjaitan, mengatakan jika kejadian tersebut sangat merusak citra persepakbolaan nasional. Karena itu, putusan yang ada, tidak bisa dibanding. Bahkan, kemungkinan sanksi akan ditambah dengan dasar hasil investigasi.
Dengan adanya keputusan tersebut, Hinca menegaskan akan langsung menginformasikan ke PT Liga Indonesia (PT LI) untuk segera merealisasikannya.
Sepak bola pada prinsipnya adalah untuk mencari kemenangan, tapi pada pertandingan PSS melawan PSIS justru sebaliknya. Mereka justru ingin kalah. Ini sudah mencederai fair play, tegasnya.
PSS Sleman dan PSIS Semarang berhenti sampai di sini. Selanjutnya, akan dilakukan investigasi satu persatu mulai pemain, pelatih maupun ofisial, sambungnya.
Untuk melakukan investigasi, dilanjutkannya, pihaknya membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada PT LI untuk menghentikan semua pertandingan tersisa.
Pertandingan semifinal dan final, kami harapkan baru bisa dilaksanakan setelah investigasi selesai. Biar tidak ada lagi alasan yang aneh dalam menyikapi babak delapan besar ini, pungkasnya. (esa/dim)
Melainkan, merekomendasikan kepada Komite Wasit PSSI untuk memberhentikan wasit hingga pengawas pertandingan dari aktivitas hingga proses investigasi yang dilakukan tuntas.
Ketua Komdis PSSI, Hinca IP Pandjaitan, mengatakan jika kejadian tersebut sangat merusak citra persepakbolaan nasional. Karena itu, putusan yang ada, tidak bisa dibanding. Bahkan, kemungkinan sanksi akan ditambah dengan dasar hasil investigasi.
Dengan adanya keputusan tersebut, Hinca menegaskan akan langsung menginformasikan ke PT Liga Indonesia (PT LI) untuk segera merealisasikannya.
Sepak bola pada prinsipnya adalah untuk mencari kemenangan, tapi pada pertandingan PSS melawan PSIS justru sebaliknya. Mereka justru ingin kalah. Ini sudah mencederai fair play, tegasnya.
PSS Sleman dan PSIS Semarang berhenti sampai di sini. Selanjutnya, akan dilakukan investigasi satu persatu mulai pemain, pelatih maupun ofisial, sambungnya.
Untuk melakukan investigasi, dilanjutkannya, pihaknya membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada PT LI untuk menghentikan semua pertandingan tersisa.
Pertandingan semifinal dan final, kami harapkan baru bisa dilaksanakan setelah investigasi selesai. Biar tidak ada lagi alasan yang aneh dalam menyikapi babak delapan besar ini, pungkasnya. (esa/dim)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Siaran Langsung Final Liga 2: PSS Sleman vs Garudayaksa
Bola Indonesia 9 Mei 2026, 01:55
-
Prediksi PSS Sleman vs Garudayaksa 9 Mei 2026
Bola Indonesia 8 Mei 2026, 18:52
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34











