Sandi Sute: Predikat Tim Ibukota Sulit Lepas dari Persija
Yaumil Azis | 27 Agustus 2019 09:10
Bola.net - Seiring dengan keputusan Presiden Joko Widodo, label 'tim ibukota' yang biasa disematkan kepada Persija Jakarta terancam berpindah ke klub lain. Namun Sandi Sute meyakini predikat tersebut sulit lepas dari tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Secara konstitusional, predikat tim ibu kota resmi disandang Persija Jakarta sejak 1964 saat Undang-Undang (UU) Nomor 10 tahun 1964 tentang pernyataan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Raya tetap sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta disahkan.
Berbarengan dengan diresmikannya UU tersebut, Persija Jakarta menandainya dengan predikat jawara Liga Indonesia. Di tahun yang sama, Soetjipto Soentoro dkk. berhasil menjadi klub terbaik di Indonesia.
Sejak identitas klub ibu kota melekat, Persija pernah enam kali keluar sebagai kampiun Liga Indonesia. Selain pada tahun pertama ditetapkannya DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan RI, Macan Kemayoran meraih trofi lainnya pada 1973, 1975, 1979, 2001, dan 2018.
Sebagai tim ibu kota, label klub kaya, metropolitan, bertabur bintang, dan istilah-istilah hegemoni lainnya pernah mampir di Persija Jakarta. Sebutan-sebutan tersebut membuat prestise tim berjulukan Macan Kemayoran ini berbeda dibanding klub-klun lainnya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Menutup dengan Prestasi
Sandi Darman Sute menjadi satu dari sekian pemain yang popularitasnya melesat ketika membela Persija Jakarta. Gelandang asal Palu, Sulawesi Tengah, itu adalah pilar penting tim ibu kota ketika menjuarai Liga 1 tahun lalu.
"Predikat tim ibu kota akan susah dihilangkan dari Persija, walau ibu kota dipindah. Tak akan pernah terlupakan soal itu," kata Sandi Sute.
Pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur membutuhkan waktu. Setidaknya, baru dapat diwujudkan sekitar 3-4 tahun lagi.
Pada periode tersebut, Persija Jakarta masih dapat meraih prestasi dengan label tim ibu kota. Sebelum, memberikan tongkat predikat tim ibu kota kepada dua klub, Mitra Kukar dan Penajam Utama.
Sumber: Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Aning Jati
Published: 27 Agustus 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59












