Senin, Rapat Exco Bahas Restrukturisasi PSSI
Editor Bolanet | 30 September 2012 21:30
- Penyatuan kompetisi masih menjadi agenda penting bagi untuk segera dituntaskan. Namun, tak kalah penting lainnya, PSSI akan membahas restrukturisasi kepengurusan melalui rapat Exco PSSI, di kantor PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), Menara Energy, SCBD, Jakarta, Senin (01/10).
Kami ingin lebih profesional. Selain itu, terus melakukan evaluasi mengenai keseluruhan yang sudah kami kerjakan. Sektor-sektor organisasi yang tidak produktif, harus digenjot. Bahkan, dicari pengganti jika diperlukan, terang Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin usai membuka Sekolah Sepakbola (SSB) Bali Devata, di Stadion Ngurah Rai, Bali, Minggu (30/9).
Terkait penggabungan kompetisi, Djohar mengaku butuh proses panjang. Namun, tidak boleh menyerah dalam memperjuangkannya supaya mampu tampil lebih berkualitas.
Karena itu, kami membutuhkan laporan Joint Committee (JC). Kami juga berupaya mengestimasi anggaran untuk Timnas dari U-12, U-14, U-17, U-22 dan senior. Kami ingin Timnas dapat berprestasi di semua usia, sambungnya.
Kemudian, kami akan merealisasikan target mencetak pelatih usia dini hingga 1000 dalam satu tahun. Harapannya, hingga 2015 mendatang, Indonesia sedikitnya memiliki 4000 pelatih, tukasnya.
Sementara itu, seiring resmi didirikannya SSB Bali Devata, Djohar berharap banyak muncul pesepak bola handal. Pasalnya, Bali tidak hanya maju dalam hal dunia pariwisata, melainkan juga olahraga.
Kami tidak hanya mengajarkan sepak bola, melainkan bahasa Inggris. Sepakbola bukanlah sebatas soal cara bermain, melainkan pendidikan, ujar pendiri SSB Bali Devata, Darmawan Anandita. (esa/dzi)
Kami ingin lebih profesional. Selain itu, terus melakukan evaluasi mengenai keseluruhan yang sudah kami kerjakan. Sektor-sektor organisasi yang tidak produktif, harus digenjot. Bahkan, dicari pengganti jika diperlukan, terang Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin usai membuka Sekolah Sepakbola (SSB) Bali Devata, di Stadion Ngurah Rai, Bali, Minggu (30/9).
Terkait penggabungan kompetisi, Djohar mengaku butuh proses panjang. Namun, tidak boleh menyerah dalam memperjuangkannya supaya mampu tampil lebih berkualitas.
Karena itu, kami membutuhkan laporan Joint Committee (JC). Kami juga berupaya mengestimasi anggaran untuk Timnas dari U-12, U-14, U-17, U-22 dan senior. Kami ingin Timnas dapat berprestasi di semua usia, sambungnya.
Kemudian, kami akan merealisasikan target mencetak pelatih usia dini hingga 1000 dalam satu tahun. Harapannya, hingga 2015 mendatang, Indonesia sedikitnya memiliki 4000 pelatih, tukasnya.
Sementara itu, seiring resmi didirikannya SSB Bali Devata, Djohar berharap banyak muncul pesepak bola handal. Pasalnya, Bali tidak hanya maju dalam hal dunia pariwisata, melainkan juga olahraga.
Kami tidak hanya mengajarkan sepak bola, melainkan bahasa Inggris. Sepakbola bukanlah sebatas soal cara bermain, melainkan pendidikan, ujar pendiri SSB Bali Devata, Darmawan Anandita. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Cabut Sanksi Djohar Arifin dkk
Bola Indonesia 8 Januari 2017, 14:28 -
Kuota Pemain Asing Dibahas di Rapat Exco PSSI
Bola Indonesia 4 Januari 2017, 13:38
-
Didiskualifikasi, Djohar Arifin: Ini Bentuk Balas Dendam
Bola Indonesia 10 November 2016, 17:50
-
Ditolak Voters, Djohar Arifin Dkk 'Diusir' Dari Kongres PSSI
Bola Indonesia 10 November 2016, 13:47
-
PSSI Tetap Putuskan Makassar Sebagai Tuan Rumah Kongres Pemilihan
Bola Indonesia 14 Oktober 2016, 03:03
LATEST UPDATE
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
-
Beratnya Jadi Man United, Sudah Masuk 3 Besar pun Masih Dikritik Keras
Liga Inggris 7 Maret 2026, 11:35
-
Chelsea Bahkan Tidak Punya Kiper Nomor 1
Liga Inggris 7 Maret 2026, 10:32
















