Sepakbola Indonesia Sering Ricuh, Ini Kata PSSI
Editor Bolanet | 11 Desember 2014 18:09
- Direktur Member Development And Stake Holder Affair PSSI, Budi Setiawan, mengatakan jika daya tarik sepak bola yang begitu kuat, membuat suporter berlaku negatif.
Hal tersebut, disampaikannya dalam Diskusi Kamisan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kumis Kemenpora) di Media Centre Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (11/12).
Ambil contoh suporter Persija Jakarta, Jakmania. Suporter Persija kebanyakan anak SMP, SMA, yang izin kepada orang tuanya untuk menonton bola. Namun nyatanya, mereka hanya memakai kostum Persija, memalak pejalan kaki, beli minuman keras, naik bus tanpa bayar, sehingga akhirnya terjadi kericuhan, tuturnya.
Dilanjutkannya, banyak persoalan pelik yang harus ditangani PSSI dan pemerintah terkait ulah soal suporter di Tanah Air. Kalau kondisi seperti ini terjadi terus di Indonesia, maka yang rugi bukan tim kesayangannya.
Namun, sepak bola Indonesia yang rugi. Karena, dilanjutkannya, mereka akan mendapat hukuman dari organisasi sepak bola yang menaunginya.
PSSI berharap, jangan sampai sepak bola di Tanah Air ditunggangi oleh segelintir orang yang ingin mencari keuntungan pribadi, tambahnya. (esa/dzi)
Hal tersebut, disampaikannya dalam Diskusi Kamisan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kumis Kemenpora) di Media Centre Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (11/12).
Ambil contoh suporter Persija Jakarta, Jakmania. Suporter Persija kebanyakan anak SMP, SMA, yang izin kepada orang tuanya untuk menonton bola. Namun nyatanya, mereka hanya memakai kostum Persija, memalak pejalan kaki, beli minuman keras, naik bus tanpa bayar, sehingga akhirnya terjadi kericuhan, tuturnya.
Dilanjutkannya, banyak persoalan pelik yang harus ditangani PSSI dan pemerintah terkait ulah soal suporter di Tanah Air. Kalau kondisi seperti ini terjadi terus di Indonesia, maka yang rugi bukan tim kesayangannya.
Namun, sepak bola Indonesia yang rugi. Karena, dilanjutkannya, mereka akan mendapat hukuman dari organisasi sepak bola yang menaunginya.
PSSI berharap, jangan sampai sepak bola di Tanah Air ditunggangi oleh segelintir orang yang ingin mencari keuntungan pribadi, tambahnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18











