Serangan Jantung, Anggota Skuad Juara Arema Malang Meninggal Dunia
Yaumil Azis | 20 Juni 2020 17:21
Bola.net - Arema berduka. Salah seorang penggawa mereka kala meraih gelar juara Galatama 1992-1993 silam, Mahdi Haris, meninggal dunia.
Mahdi, yang karib disapa Bang Meok ini, meninggal, Jumat (19/06) pukul 22.30. Pria yang juga merupakan salah satu penggawa awal Singo Edan, julukan Arema Malang ini, meninggal pada usia 64 tahun.
Mahdi meninggal akibat sakit. Ia diduga terkena serangan jantung usai bercengkerama dengan rekan-rekannya, sesama eks penggawa Arema.
Menurut keluarganya, Mahdi tak punya riwayat sakit jantung. Namun, pria kelahiran Jakarta ini memang punya riwayat sesak napas.
Jenazah Mahdi sendiri dimakamkan di Pemakaman Umum Madyopuro Kota Malang, Sabtu (20/06) siang. Selain oleh keluarga, pemakaman ini juga dihadiri sahabat-sahabat Mahdi di dunia sepak bola seperti Joko Susilo, Kuncoro, Aji Santoso, Yanuar Hermansyah, Agus Yuwono, Totok Anjik, dan sejumlah eks pesepak bola lain.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Meninggal Saat Bercengkerama
Menurut Siswantoro, yang menemani almarhum pada saat-saat terakhirnya, jelang meninggalnya almarhum tak sekali pun mengeluhkan sakit. Bahkan, pada pertemuan terakhir mereka, di sebuah warung di kawasan Soekarno Hatta Kota Malang, almarhum Mahdi tampak ceria.
"Ia terus bercanda. Almarhum membuka satu per satu foto kenangan ketika masih bermain bola dulu. Semua ia komentari dengan nada bercanda," tutur Siswantoro, pada Bola.net.
"Kemudian, beliau juga sempat melakukan video call dengan Kuncoro. Mereka pun bercanda," sambung asisten pelatih Arema FC pada musim 2019 ini.
Siswantoro menyebut, usai dari toilet, almarhum langsung kejang. Kami membawa ke rumah sakit yang tak jauh dari warung tersebut. Namun, sampai sana, beliau sudah nggak ada," tandasnya.
Sosok Selalu Ceria
Sementara itu, salah seorang pendiri Arema Malang, Ovan Tobing, pun mengungkapkan kenangannya terhadap sosok almarhum Mahdi Haris.
"Meok adalah figur yang banyak tertawa," kata Ovan, dalam sambutannya di rumah duka Mahdi Haris, di kawasan Sawojajar Kota Malang.
"Hal ini tidak akan dilupakan oleh teman-teman. Hidupnya pun tak pernah jauh dari lingkaran teman-teman bola," sambungnya.
OT, sapaan karib Ovan Tobing, menyebut bahwa almarhum merupakan sosok yang ia ajak bernegosiasi untuk memperkuat Arema Malang, ketika baru berdiri. Waktu itu, Mahdi masih memperkuat Arseto Solo.
"Ia adalah generasi awal Arema, yang saya negosiasi sendiri. Saya melakukan negosiasi dengannya ketika Arseto menyelesaikan musimnya, dengan melawan Niac Mitra," tutur OT.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca juga:
- Pelatih Arema FC Berharap Liga 1 Musim 2020 Digulirkan Lagi Mulai September
- Hanya di Liga Indonesia: Momen Aneh dari Ruwatan Piala hingga Misteri Jadwal Kick-off
- Kanjuruhan Dipastikan Siap Gelar Lanjutan Shopee Liga 1 Musim 2020
- Liga 1 Digelar Lagi September atau Oktober, Ini Pilihan Arema FC
- Arema FC Susun Protokol Medis Cegah Penyebaran Corona, Ini Dia Isinya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSIM vs Persija Jakarta: Misi Macan Kemayoran Jaga Tren Menang di Gianyar
Bola Indonesia 22 April 2026, 12:18
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37













